PADA masa 1990-an ke bawah, hampir di tiap-tiap kampung hingga komplek perumahan diramaikan dengan anak-anak yang selalu bergairah bermain bersama. Bermain berbagai permainan tradisional yang sarat makna di dalamnya.
Salah satu permainan yang familier bagi Anda generasi yang lahir di era 1980-an ke bawah, adalah permaian Tak Benteng atau Bentengan. Permainan yang mirip galasin atau gobak sodor lantaran membutuhkan kecekatan kaki dan stamina yang prima.
Sayangnya untuk generasi muda atau anak-anak sekarang, permainan macam ini sudah mulai ditinggalkan. Berganti kesibukan memelototi serta “pencet sana pencet sini” saking asyiknya dengan masing-masing gadget serta game console.
Bicara permainan Bentengan, soal sejarahnya sepertinya belum ada yang memastikan, dari mana dan kapan tepatnya permainan ini mulai eksis. Namun dari berbagai sumber, disebutkan permainan ini mulai ramai dimainkan tak lama sejak negeri kita merdeka.
Pasalnya permainan ini acap dinilai menggambarkan perjuangan para orangtua kita dalam mempertahankan kemerdekaan 17 Agustus 1945. Soal dari mana asalnya pun beragam versi, mulai dari yang mengklaim permainan ini asalnya dari Jawa Barat, hingga Jawa Tengah dan DKI Jakarta.
Tapi tidak, dalam artikel ini penulis enggan mempermasalahkan salah satu klaimnya. Melainkan lebih kepada ajakan untuk bernostalgia atau untuk anak-anak sekarang agar mau melestarikan permainan tradisional nusantara.