Hal tersebutlah yang membuat rumah sakit mengatakan bahwa kaki Dio tidak bisa dioperasi agar bisa sembuh dan berjalan seperti sedia kala.
Yuliati mengaku tidak pernah lelah untuk selalu menghantar putra sulung dari dua bersaudara itu berangkat sekolah, menggendongnya, lalu membonceng menggunakan sepeda motor ke sekolah yang berjarak sekitar dua kilometer.
Sesampainya di sekolah, wanita asal Dusun Balang, Desa Senden, Kecamatan Kampak ini juga menggendong Dio lagi, untuk di tempatkan pada bangkunya.
Hal serupa yang dilakukan ketika pulangnya dan setiap harinya. "Sampai saat ini anak saya ini masih berniat untuk sekolah dan melanjutkannya ke jenjang yang lebih tinggi lagi, makanya dengan ini saya berharap ada perhatian khusus dari pemerintah agar bisa masuk sekolah lagi, juga ada perlakukan khusus untuknya," ujarnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)