Dianggap Buruk, Presiden Baru Korsel Tarik Buku Sejarah Terbitan Negara

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 12 Mei 2017 20:01 WIB
Presiden Korsel Moon Jae-in mencabut penggunaan buku teks sejarah terbitan negara. (Foto: Reuters)
Share :

SEOUL – Presiden baru Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in mencabut penggunaan buku teks sejarah sekolah yang diperkenalkan oleh pendahulunya, Park Geun-hye. Presiden beraliran liberal itu mengatakan buku teks tersebut menyampaikan pandangan yang ketinggalan zaman dan sepihak mengenai masa lalu.

Pemerintahan presiden sebelumnya memperkenalkan penggunaan buku teks sejarah untuk sekolah menengah dan menengah atas yang ditulis oleh negara. Mereka mengklaim buku yang telah ada sebelumnya memperlihatkan adanya ideologi kiri yang pro Korea Utara (Korut).

Buku yang diperkenalkan Pemerintahan Park yang konservatif mulai diterbitkan pada tahun ini meski banyak mendapat tentangan dan kritik dari oposisi liberal. Buku tersebut dinilai sebagai upaya untuk memuja kediktatoran mantan presiden Park Chung Hee, ayah dari presiden yang dimakzulkan Park Geun-hye.

“Sebagai upaya untuk menormalisasi pendidikan sejarah, presiden telah memerintahkan untuk memusnahkan buku teks yang ditulis negara,” demikian disampaikan Juru Bicara Kepresidenan Yoon Young Chan sebagaimana dilansir Straits Times, Jumat (12/5/2017).

Pemerintahan sebelumnya semula berencana menjadikan buku teks dari negara sebagai satu-satunya pilihan yang dapat digunakan para pendidik untuk mengajar. Namun, kemudian mengatakan bahwa sekolah dapat memilih antara buku tersebut dan buku lain dari penerbit komersial yang telah disetujui.

Dilaporkan hanya 80 sekolah menengah dan menengah atas di Korsel atau sekira 1,5 persen dari total sekolah yang mengatakan akan menggunakan buku terbitan negara.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya