Kedekatannya dengan aparat kepolisian setempat dimanfaatkannya untuk membantu ribuan TKI di Okinawa yang bermasalah. Mulai dari gaji yang tidak dibayar sampai tersandung kasus hokum. Kini, pria 36 tahun asal Kuningan, Jawa Barat ini menjadi manajer salah satu perusahaan penyalur tenaga kerja di Okinawa.
Siti Badriyah. Perempuan 41 tahun asal Grobogan jawa Tengah ini mempunyai pengalaman buruk saat menjadi buruh migran di Malaysia tahun 2002. Paspornya ditahan oleh agen penyalur, gaji tak dibayar hingga harus melarikan kembali ke tanah air dengan kapal barang. Tak ingin pengalaman buruknya menimpa TKI yang lain, dia aktif di Konsorsium Pembela Buruh Migran (Kopbumi) dan Migrant Care. Dua lembaga non pemerintah yang aktif memberikan advokasi kepada TKI.
Balq Nurhasanah, mantan TKI Arab Saudi dua periode asal Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Sepulang merantau, dia aktif menjdi kader kesehatan desa menolong para keluarga TKI sambil bertani. Juga membantu mengelola uang kiriman TKI secara sukarela agar tidak habis. Atas ketulusannya, kini menjadi salah satu anggota DPRD Lombok Timur dari PDIP. Kebiasaannya membantu keluarga TKI, tetap ia lakoni.
Sutriyana dari Kulonprogo, DI Yogyakarta. Mantan operator mesin di Malaysia selama enam tahun ini, pulang ke desanya dan membuka usaha pengolahan gula semut. Mampu mempekerjakan 30 orang, dan 80 persen produknya di ekspor
Siti Mariam Ghozali, mantan TKI di Hongkong dan Taiwan asal Wonosobo, Jawa Tengah. Saat menjadi TKI, dia aktif kursus berbahasa Inggris dan Mandarin. Juga rajin menulis cerita pendek. Selain menerbitkan banyak novel, di kampungnya ia juga mendirikan perpustakaan Istana Rumbia yang dibuka secara gratis. Siti juga menjadi pengusaha makanan tiwul instan secra online. Pasarnya hingga luar negeri.