Meski begitu, data geokimia terbaru oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) 2013 lalu, dikatakan Pulau Sumatera itu awalnya bukan berupa satu pulau yang menyatu, melainkan tiga bagian yang terpisah. Begitupun yang dipaparkan peneliti British Geological Survey NR Cameroon pada 1984.
Satu bagian di timur yang jadi tepi lempeng Eurasia, bagian barat busur kepulauan (Woyla) dan satu lagi wilayah antarlempeng.
Diperkirakan penyatuan daratan menjadi Pulau Sumatera, baru terjadi di Zaman Miosen, yakni di sekitar 25 juta tahun lampau.
(Randy Wirayudha)