LONDON - Pasca-serangan teror di Jembatan London dan Pasar Borough, sebanyak enam orang dilaporkan masih hilang dan tak diketahui nasibnya. Sebagaimana diketahui serangan tersebut telah menewaskan sebanyak tujuh orang dan melakui 48 lainnya.
Sebagaimana disitat dari Telegraph, Senin (5/6/2017), 21 orang dari total korban luka diketahui dalam kondisi kritis. Sementara itu, keluarga korban yang masih hilang hingga kini terus melakukan upaya pencarian baik melalui pihak berwenang dan juga media sosial.
Korban pertama yang masih hilang diketahui merupakan warga negara Australia. Ia tengah berada di Jembatan London saat teror terjadi. Kemudian yang kedua adalah seorang pria asal Spanyol, Ignacio Echeverría. Berdasarkan keterangan teman-temannya, pria berusia 39 tahun itu menjadi saksi penusukan yang dilakukan oleh teroris sebelum akhirnya menghilang.
Korban hilang ketiga merupakan pria asal Prancis, Xavier Thomas. Ia diketahui tengah bersama kekasihnya di lokasi kejadian. Kekasihnya kini berada di rumah sakit guna menjalani perawatan yang dideritanya sementara Thomas sama sekali tak diketahui jejaknya.
Kemudian orang hilang selanjutnya diketahui emuanya merupakan warga Inggris yaitu James McMullan, Sebastien Belanger, dan pemuda bernama Socaine Drz. Para keluarga keenam orang hilang tersebut kini berharap bahwa keluarga mereka bisa ditemukan dalam kondisi hidup.
Sebagaimana diketahui, sekelompok teroris mengemudikan sebuah mobil van dengan kecepatan 80 kilometer (km) per jam dan dengan sengaja menabrak pejalan kaki pada Sabtu 3 Juni sekira pukul 22.07 malam waktu setempat. Setelah menabrak, sekelompok teroris itu kemudian turun ke jalan dan menusuk para pejalan kaki secara acak dengan brutal.
(Rifa Nadia Nurfuadah)