Orasinya Dinilai Bernada Provokasi, Habib Rizieq Dilaporkan ke Polda Bali

Nurul Hikmah, Jurnalis
Kamis 08 Juni 2017 16:50 WIB
Ketua Tim Advokat Merah Putih Teddy (Sukis/Okezone)
Share :

DENPASAR – Habib Rizieq Shihab dilaporkan ke Polda Bali. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu dilaporkan oleh Ketua Patriot Garuda Nusantara, Pariyadi alias Gus Adi, karena orasinya yang tersebar melalui video di media sosial dinilai bernada provokasi dan kebencian.

Laporan tersebut diterima oleh Sentra Pelayanan Terpadu Polda Bali dengan nomor laporan TBL/248/IV/2017 tertanggal 8 Juni 2017. Gus Adi mengaku melaporkan itu sebagai perwakilan tokoh lintas agama.

Ketua Tim Advokat Merah Putih, Teddy Raharjo mengatakan, Rizieq dilaporkan ke polisi setelah anggota Patriot Garuda Nusantara menemukan rekaman video di Youtube tentang omongan Rizieq yang dianggap berpotensi bisa menyulut konflik khususnya di Bali.

Setelah dipelajari rekaman di Youtube berjudul “Sikap Imam Besar FPI Terhadap ISIS”, menurut Teddy, terlapor Rizieq bisa dijerat dengan Pasal 156 A KUHP karena omongannya.

Dalam laporan tersebut, tim pengacara menyerahkan bukti pendukung berupa CD rekaman langsung video Rizieq yang tersebar di Youtube dengan durasi 25 menit beserta hasil transkrip rekamannya.

Dalam video itu Rizieq diduga mengajak orang-orang untuk menyerang Bali dan menghancurkan atau membakar tempat-tempat ibadah non muslim di Bali.

"Ucapan ini sangat meresahkan dan orang Bali merasa terancam dengan ucapan itu sehingga mengambil jalan melaporkan kasus tersebut di Polda," kata Teddy di Mapolda Bali, Kamis (8/6/2017).

Dia mengatakan, sebenarnya video diunggah ke Youtube pada 17 Agustus 2014. Kemudian secara tak sengaja, anggota Patriot Garuda Nusantara secara tak sengaja menemukan video berjudul “Sikap Imam Besar FPI Terhadap ISIS” pada 21 Mei 2017 dan menontonnya.

Setelah diketahui bahwa orasi dalam video itu diduga bernada provokasi dan dianggap merasa terancam sebagai warba Bali, meraka pun memilih melaporkan Rizieq ke Polda Bali.

"Ini sangat meresahkan dan orang Bali merasa sangat terancam dengan ucapan tersebut," ujarnya.

(Salman Mardira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya