Di sisi lain, timbul pertanyaan apakah dengan peresmian hubungan tersebut, Wallis Simpson layak menyandang gelar Ducheess of Windsor? Selain itu, orang-orang juga penasaran apakah pasangan ini pada akhirnya akan diizinkan kembali ke Negeri Tiga Singa? Jika ya, maka apakah Pangeran Edward akan kembali mengabdi kepada monarki Inggris atau tidak?
Well, pernikahan ini pada akhirnya mendapatkan restu dari keluarga kerajaan Inggris. Kendati begitu, sejoli ini tidak mendapatkan pesta pernikahan ala bangsawan sebagaimana umumnya.
Pria yang seharusnya bergelar Raja Edward VIII tersebut menikah secara amat sederhana di Paris, Prancis pada 3 Juni 1937. Pernikahan tersebut diresmikan oleh Wali Kota Monts, Dokter Charles Mercier, yang saking gugupnya, lupa membawa buku panduan resmi untuk pemberkatan nikah itu.
Janji suci antara Edward dan Simpson hanya dihadiri oleh tujuh saksi dan berlangsung dalam waktu lima menit. Janda kelahiran Pennsylvania itu tampil cantik dengan balutan gaun minimalis biru muda dan topi berbentuk halo dengan warna senada. Dilengkapi dengan sepatu dan sarung tangan yang begitu sepadan. Sementara lehernya berhiaskan kalung berlian yang luar biasa memukau.
Ketika tiba di depan altar, mata keduanya bertemu. Menatap dalam penuh cinta. Ketika Pendeta Jardine bertanya, "Apakah Anda akan mencintai, menghibur, menghormati dan menjaganya?", Pangeran Edward menangis.
Sambil sesenggukan, bangsawan tersebut menjawab dengan suara melengking, "Ya, saya bersedia!" Lalu menyematkan cincin ke jari istrinya. Tangan Edward yang gemetar saat memasukkan cincin nikah ke jari manis Simpson bahkan bisa dilihat dari jauh.