JAKARTA – Elektabilitas Partai Persatuan Indonesia (Perindo) menduduki posisi keempat di bawah PDIP, Gerindra dan PKS.
Wakil Ketua DPW Perindo Sumatera Selatan Yusmaheri mengatakan, posisi tersebut membuat masalah yang dihadapi Perindo akan semakin besar.
Hal Itu terkait dengan kasus yang menimpa Hary Tanoesoedibjo setelah mengirimkan pesan singkat atau SMS yang diduga bernada ancaman kepada Jaksa Yulianto.
"Partai Perindo sama seperti pepatah semakin tinggi pohon, semakin kencang angin berhembus," kata Yusmaheri kepada Okezone, Sabtu (1/7/2017). .
Namun begitu, ia meyakinkan, 'pohon' tersebut tidak akan tumbang sebab telah memiliki akar yang kuat. Hal ini dibuktikan dengan kader Perindo di akar rumput yang masih tetap solid meski kasus ini mencuat dan menyeret nama Ketua Umum.
"Biar begitu, tapi ingat, pohon itu tidak akan tumbang karena akarnya kuat," lanjutnya.
Yusmaheri melihat kasus yang tengah melanda Hary Tanoe merupakan bagian dari tantangan.
"Jadi kasus ini memang adalah tantangan ke depan bagi Partai Perindo," ujar Yusmaheri.
Sebelumnya diketahui, Hary Tanoe dilaporkan oleh Jaksa Yulianto atas pesan singkat yang dikirimnya pada 5 Januari 2016. SMS tersebut dinilai bermuatan ancaman, sehingga Hary Tanoe disangka melanggar Pasal 29 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
(Rachmat Fahzry)