HISTORIPEDIA: Rusia Menghentikan Keganasan Pasukan Jerman dalam Perang Penentuan di Kursk

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis
Rabu 12 Juli 2017 06:01 WIB
Pertempuran antara Rusia dan Jerman di masa PD II di Kursk. (Foto: History)
Share :

PADA hari ini atau tepatnya pada 12 Juli 1943 di masa Perang Dunia (PD) II, salah satu bentrokan militer terbesar dalam sejarah terjadi pada pertempuran antara Jerman melawan Rusia. Pertempuran yang berlangsung di kota pusat industri dan perkeretaapian Rusia itu menandai titik balik dari front Timur atas dukungan Rusia.

Pasukan Jerman diketahui telah didorong keluar dari Kursk sejak Februari. Pada Maret, Rusia telah menciptakan benteng pertahanan yang kukuh tepat di sebelah barat Kursk untuk mencegah upaya lain dari Jerman yang bergerak ke arah selatan Rusia. Kemudian pada Juni, pasukan Jerman kembali melancarkan serangan udara terhadap Kursk.

Selain itu, di darat mereka mengerahkan operasi Cottbus yang didedikasikan untuk menghancurkan aktivitas partisan Rusia. Namun pada eksekusinya, operasi tersebut justru menyebabkan pembantaian besar-besaran terhadap warga sipil Rusia meskipun di antara mereka yang tewas merupakan pejuang partisan Soviet yang bersembunyi.

Rusia sendiri kemudian merespons serangan itu dengan serangan balik yang juga melalui udara. Memasuki Juli, sang diktator Nazi, Adolf Hitler, menyadari bahwa pecahnya perlawanan Rusia di Kursk memiliki potensi untuk dimanfaatkan guna mencapai tujuannya di Soviet.

"Hari ini, Anda harus mengambil bagian dalam serangan yang sangat penting karena masa depan kita bergantung pada hasil perang," ujar Hitler di hadapan para tentara Jerman pada 4 Juli 1943. Keesokan harinya atau pada 5 Juli, Rusia justru memberi sambutan mengejutkan dari serangan Hitler dengan meluncurkan serangan pemboman artileri.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya