BANGKA - Buruknya cuaca di perairan laut di Sungailiat, Kabupaten Bangka Induk, Provinsi Bangka Belitung mengakibatkan ratusan nelayan tradisional mengurungkan niat tidak melaut untuk menangkap ikan dikarenakan cuaca ekstrem.
Hal ini diperburuk dengan ketinggian gelombang air laut mencapai tiga hingga empat meter. Kondisi seperti ini kemudian dimanfaatkan sejumlah nelayan untuk memperbaiki perahu dan alat tangkap ikannya.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka, Ridwan mengatakan, akibat cuaca ekstrem ada sekitar ratusan nelayan tradisional Sungailiat, Bangka yang tidak melaut, karena cuaca yang buruk.
Ia juga mengimbau untuk sementara waktu para nelayan jangan melaut demi keselamatan,
"Dan juga tadi sudah kita sampaikan melalui Handie Talkie (HT) agar seluruh nelayan yang beroperasi melakukan penangkapan ikan di laut harap menepi, atau pulang karena cuaca sedang ekstrem," terang Ridwan, Kamis (21/7/2017).
"Belum lagi gelombang tinggi hingga tiga meter lebih, maka dari itu harus dihindari sehingga dapat menghindari kejadian-kejadian yang kita tidak inginkan," tambah Ridwan.
Cuaca ekstrem di wilayah Provinsi Bangka Belitung sudah terjadi sejak sepekan lalu, bahkan belum lama ini puluhan nelayan bagan sempat terombang ambing di Pantai Rebo yang disebabkan gelombang tinggi, namun nelayan tersebut akhirnya bisa diselamatkan.
[Baca Juga: Cuaca Ekstrem, Puluhan Nelayan di Bangka Belitung Dilaporkan Hilang]
Dalam prakiraan BMKG Pangkalpinang, Bangka Belitung pada 20 Juli 2017, Kota Sungailiat Kabupaten Bangka, air pasang laut maksimum mencapai ketinggian 2,04 meter. Gelombang jalur perairan laut Babel pada parameter Selat Bangka arah angin dari Tenggara menuju Barat Daya, kecepatan angin 8-30 km/jam, dan tinggi gelombang signifikan 0,25-0,5 meter. Namun, tinggi gelombang maksimum dapat mencapai dua kali lipat dari ketinggian gelombang signifikan.
Sedangkan pada Selat Karimata arah angin Tenggara menuju Barat Daya, kecepatan angin 15-38 km/jam, dan tinggi gelombang signifikan 0,75-1,0 meter. Akan tetapi, tinggi gelombang maksimum dapat mencapai dua kali lipat dari ketinggian gelombang signifikan. (sym)
(Angkasa Yudhistira)