Menlu Se-ASEAN Ngumpul, Indonesia Usung Isu Terorisme dan Konflik Laut China Selatan

Silviana Dharma, Jurnalis
Jum'at 28 Juli 2017 17:53 WIB
Direktur Politik dan Keamanan ASEAN, Chandra Widya Yudha. (Foto: Silviana Dharma/Okezone)
Share :

JAKARTA – Indonesia akan berpartisipasi dalam pertemuan tingkat menteri luar negeri se-ASEAN (AMM) pada 4-8 Agustus 2017. Bertempat di Manila, Filipina, perwakilan Indonesia, yakni Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi akan membawakan tiga isu pokok.

Isu pertama ialah penanggulangan terorisme di kawasan ASEAN. Direktur Politik dan Keamanan ASEAN, Chandra Widya Yudha menjelaskan, isu tersebut kini menjadi prioritas di kawasan karena ancamannya bukan lagi di depan mata, tetapi nyata-nyata sudah masuk ke Asia Tenggara.

“Bukti nyatanya yaitu konflik di Marawi. Ada kelompok pemberontak berafiliasi ISIS mau mendirikan kekhalifahan di Asia dengan berpusat di Kepulauan Mindanao,” ujar Chandra saat press briefing rutin di Kementerian Luar Negeri, Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (28/7/2017).

Chandra melanjutkan, isu kedua yang tak kalah penting adalah membahas code of conduct (COC) di Laut China Selatan. Rencananya, di AMM ke-50 ini akan ada kesepakatan untuk melanjutkan perundingan COC di LCS. Ia berharap pada usia ASEAN yang sudah setengah abad ini, bisa dihasilkan komitmen baru untuk kestabilan, kedamaian dan keamanan di perairan sengketa tersebut.

Ketiga, sehubungan dengan perayaan ulang tahun ASEAN yang ke-50, Chandra menilai ini waktu yang tepat untuk negara-negara anggota merefleksikan seluruh kesepakatan yang pernah dibuat agar lebih bermanfaat bagi masyarakat di kawasan. Lebih dari itu, semua akan dimintai pendapatnya untuk menentukan masa depan organisasi kerjasama se-Asia Tenggara ini.

“Jadi kami ingin mendorong agar ASEAN tidak hanya bagus dideklarasi, tetapi juga implementasi,” tegasnya.

Secara teknis, pertemuan para menlu ASEAN di Filipina akan dilanjutkan dengan pertemuan lain (post ministerial conference) dengan sejumlah mitra wicara, seperti ASEAN Regional Forum (ARF) dan ASEAN+3.

“Formatnya ada dua, pleno dan retreat. Kalau pleno tentu membahas agenda ASEAN, community building (pembangunan komunitas) ASEAN. Dan untuk retreat, seperti biasa yang diperbincangkan adalah isu-isu regional dan internasional, perkembangan dunia,” tambahnya.

Acara pada 8 Agustus 2017 kemudian akan ditutup dengan Grand Celebration 50TH ASEAN. Rencananya resepsi akan dilangsungkan di kantor sekretariat ASEAN.

AMM dihadiri oleh 27 partisipan, terdiri dari 10 negara anggota ASEAN, delapan mitrawicara, dan delapan negara tambahan, serta Uni Eropa. Delapan negara mitrawicara, yakni Amerika Serikat, Rusia, Jepang, Selandia Baru, Australia, China, Korea Selatan, dan India.

“Negara tambahan, meliputi Mongolia, Sri Lanka, Pakistan, Timor Leste, ada Korea Utara juga datang,” pungkasnya.

(Silviana Dharma)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya