MEDAN - Sejumlah sekolah diliburkan dan dipulangkan lebih cepat akibat erupsi Gunung Sinabung yang terjadi berulang kali hingga lebih dari 20 kali, Rabu (2/8/2017).
Ketua Tim Tanggap Darurat Gunung Sinabung Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Isadana mengatakan, erupsi itu mengeluarkan abu vulkanis dan guguran awan panas ke Tenggara-Timur, daerah Sigarang Garang, Sukanalu dan Gamber, Kabupaten Karo, Sumatera Utara
“BPBD Karo sudah membagikan masker. Info yang saya dapat, sekolah-sekolah di Kabanjahe yang terdampak abu diliburkan, ada juga yang disuruh pulang cepat,” katanya
Tidak hanya sekolah-sekolah yang berada di Kota Kabanjahe, berbagai kegiatan yang berkaitan di luar ruangan, yang terdampak abu Sinabung juga diliburkan.
“Debunya berbahaya bagi pernapasan. Kalau untuk pengendara harus pakai kacamata, khusus sepeda motor pakai masker agar terhindar dari paparan langsung abu,” tambah Isadana.
Kondisi terkini, sekira pukul 13.45 WIB dari pos pemantau PBVMBG, Gunung Sinabung masih ditutupi debu dan masih dalam kondisi gelap. Gunung Sinabung tidak terpantau langsung secara visual.
“Abunya masih menyelimuti. Abu halus cukup tinggi terbawa angin. Jarak dari pos pemantau PVMBG yang berada di Kecamatan Simpangempat ke Gunung Sinabung 9 kilometer,” ucapnya.
(Ulung Tranggana)