"Karena Novel sebut ada jenderal polisi yang terlibat, benang merahnya ada relevansi atau tidak. Kalau tak ada relevansinya ada suatu yang harus dibuktikan oleh tim ini," papar Desmond.
Ketua DPP Partai Gerindra ini menunggu aksi dari tim gabungan KPK-Polri dalam mengusut kasus ini. Langkah awal yang dinantikan, menurut Desmond adalah menangkap sosok yang digambarkan kepolisian melalui sketsa wajah dan mengkroscek apakah sama dengan foto sketsa tersebut.
"Yang kita tunggu orangnya ketangkap dan benar itu adalah yang melakukan penyiraman terhadap Novel. Produknya apakah orang sipil atau non sipil. Kalau sipil ada dendam apa di balik itu untuk melakukan tindakan yang kejam kayak gitu sama novel," tukasnya.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan tegas mengeluarkan instruksi kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk segera mengungkap kasus teror Novel Baswedan yang hingga saat ini masih belum menemukan titik terang.
Usai pertemuan itu, Tito langsung merilis satu buah sketsa wajah yang diduga kuat merupakan salah satu pelaku aksi teror tersebut. Meskipun hal itu baru dilakukan setelah lebih dari 100 hari dari kejadian. Adapun ciri-cirinya adalah, seorang pria berkulit sawo matang dengan rambut ikal keriting dan tinggi badan sekira 167 meter.
(Rachmat Fahzry)