PBB Jatuhkan Sanksi Baru Atas Korut, AS Peringatkan: Kami Tidak Main-Main

Silviana Dharma, Jurnalis
Senin 07 Agustus 2017 05:56 WIB
Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley. (Foto: Getty)
Share :

NEW YORK – Negara-negara di dunia tampaknya sudah gerah dengan kelakuan Korea Utara. China yang selama ini menjadi sekutu terdekatnya pun mendesak agar Pyongyang mematuhi resolusi PBB kali ini dan berhenti memprovokasi kemarahan rakyat internasional dengan peluncuran rudal balistik dan uji coba nuklirnya.

Untuk mengukuhkan kecaman tersebut, Dewan Keamanan PBB menjatuhkan sanksi baru senilai USD1 miliar, yang diyakini dapat mencekik perekonomian Korea Utara. Gagasan yang dirancang Amerika Serikat tersebut mendapatkan suara bulat 15-0 di DK PBB. Itu berarti, Rusia dan China yang selama ini melindungi Korut juga mendukung sanksi baru ini.

"Sudah saatnya Korea Utara menyadari, kita tidak bermain-main lagi," kata Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley dalam program Fox News Sunday Morning Futures bersama Maria Bartiromo, seperti dikutip dari Independent, Senin (7/8/2017).

Dia menambahkan, "Sepertiga dari ekspor perdagangan mereka telah terpukul, dan pada dasarnya kami memberi mereka tendangan di usus dengan satu miliar dolar sanksi yang akan segera mereka rasakan."

Resolusi PBB melarang semua ekspor batubara, besi, bijih besi, timah hitam dan makanan laut dari Korea Utara. Sanksi tersebut juga akan membatasi jumlah orang Korea Utara yang diizinkan untuk bekerja di luar negeri, dan melarang negara-negara masuk ke usaha patungan baru dengan Korea Utara atau berinvestasi dengan dan segala hal yang berkaitan dengan Pyongyang. Ada sembilan orang dan empat entitas, termasuk bank devisa utama Korea Utara, yang kini masuk ke daftar hitam PBB.

"Ini adalah hasil yang bagus," timpal Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson dalam pertemuan tahunan Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara di Manila, Filipina.

Menlu Korea Selatan, Kang Kyung-wha juga menyambut baik resolusi PBB tersebut. Begitu juga China dan Rusia. Namun begitu, kedua negara yang terakhir disebut meminta agar Korsel juga menghentikan penempatan sistem pertahanan rudalnya (THAAD) guna menjaga stabilitas kawasan.

(Silviana Dharma)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya