Imbal Beli Sukhoi dengan Sawit RI-Rusia, Wiranto: Bukan Hal Baru, Itu Pernah Saya Lakukan Ketika Jadi Panglima

Reni Lestari, Jurnalis
Senin 07 Agustus 2017 15:33 WIB
Menkopolhukam Wiranto (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Rusia telah menyepakati skema imbal beli pesawat tempur kelas berat Sukhoi SU-35 dengan komoditas kopi, karet dan kelapa sawit. Imbal beli 11 Pesawat Sukhoi SU-35 tersebut dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman antara perusahaan Rusia, Rostec, dengan BUMN Indonesia, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan, skema imbal beli tersebut bukan hal baru dalam pengadaan pesawat untuk keperluan militer di Indonesia.

"Imbal beli itu sudah lama, saya sejak Panglima TNI tahun 1998 sudah diberlakukan hal itu. Komoditasnya macam-macam sesuai dengan penjual atau pihak ketiga. Jadi ini bukan hal baru," kata Wiranto di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (7/8/2017).

Berdasarkan keterangan Kementerian Perdagangan (Kemendag), nilai imbal beli ini mencapai USD 570 juta. Namun Wiranto mengatakan, memang tidak semua negara bersedia melakukan skema imbal balik semacam ini.

Sementara diketahui, alasan Rusia menyepakati skema ini karena negara beruang merah tersebut tengah menghadapi embargo perdagangan dari Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, serta sekutu-sekutunya terkait isu keamanan dan teritorial.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya