Mengharukan! Kehilangan Putrinya, Perempuan India Jadi Ibu untuk 800 Anak

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis
Jum'at 11 Agustus 2017 02:02 WIB
Dokter Sarojini Agarwal menjadi ibu asuh bagi 800 anak perempuan di India. (Foto: Manisha Mandir)
Share :

NEW DELHI - Dokter Sarojini Agarwal harus menerima kenyataan pahit ketika kehilangan putrinya dalam sebuah kecelakaan lalu lintas. Meski tenggelam dalam kesedihan, tragedi yang terjadi 40 tahun lalu itu membuatnya menjadi seorang malaikat penyelamat bagi ratusan anak lainnya.

Sarojini diketahui tengah mengendarai sepeda motor di sebuah jalan dekat rumahnya di Lucknow, India saat ia terlibat sebuah kecelakaan yang menewaskan putrinya bernama Manisha. Sarojini selamat dalam kecelakaan tersebut, namun sayangnya Manisha yang berusia 8 tahun meninggal di tempat.

Sejak hari itu, Sarojini menghabiskan hari-harinya untuk meratapi dan menyesali kepergian putrinya selama bertahun-tahun. Beruntung, suatu hari Sarojini mendapatkan sebuah inspirasi yang mampu membuatnya bangkit kembali.

Sejak pertengahan 1980-an, perempuan yang kini berusia 80 tahun itu telah mulai mengadopsi anak-anak terlantar yang jika di total bisa mencapai sekira 800 anak. Ia merawat mereka dan memastikan bahwa anak-anak asuhnya itu mendapat pendidikan yang baik guna menjadi individu mandiri.

Melansir Oddity Central, Jumat (11/8/2017), Sarojini menyadari bahwa ada begitu banyak anak-anak di luar sana yang membutuhkan cinta dari seorang ibu. Ia kemudian berpikir bahwa membantu mereka adalah cara terbaik untuk menghormati kepergian Manisha.

"Setelah Manisha meninggal, saya terus bertanya pada diri saya sendiri mengapa saya terus menangis. Padahal hal itu jelas tidak akan membawa Manisha kembali. Dan saat itu saya sadar bahwa ada banyak gadis malang, yang tidak memiliki siapa-siapa di luar sana," kata Sarojini.

Perempuan berhati mulia itu lalu mengumpulkan semua uang yang ia miliki dari pekerjaannya sebagai penulis novel, puisi atau cerita pendek. Ia menggunakan uang tersebut untuk mengubah rumahnya menjadi tempat penampungan bagi anak-anak terlantar pada 1985.

Gadis pertama yang menjadi anak angkat Sarojini dan suaminya, VC Agarwal, adalah seorang anak tuna rungu dan bisu. Ibu anak tersebut diketahui meninggal saat melahirkan. Setelah itu, gadis-gadis kecil lainnya turut menjadi anak angkat pasangan suami-istri tersebut.

Sarojini dan suaminya di tengah anak-anak asuh mereka. (Foto: Manisha Mandir)

Beberapa anak ditemukan di jalan oleh Argawal dan sebagian lainnya diselamatkan dari rumah pelacuran. Hingga pada sutau hari, banyak orangtua tak bertanggung jawab yang dengan sengaja menaruh bayi di rumah pasangan tersebut.

"Kami bahkan mendapat bayi perempuan berumur dua hari. Ini membuat saya merasa bahwa Anda tidak perlu melahirkan anak untuk menjadi seorang ibu. Ketika saya membawa bayi-bayi itu ke dalam pelukan saya, semuanya terasa penuh. Awalnya, saya harus menghadapi beberapa masalah dalam membesarkan anak perempuan tapi saya tidak berkecil hati dan terus melakukan apa pun untuk membantu mereka," imbuh Sarojini.

Sarojini dan suaminya telah berpindah rumah beberapa kali sepanjang tahun guna menampung jumlah anak-anak yang terus bertambah. Di rumah penampungan yang dibangunnya, Sarojini menyediakan fasilitas guna mendukung pendidikan seperti perpustakaan, laboratorium komputer, ruang kerajinan, serta fasilitas rekreasi seperti taman dengan ayunan, lapangan basket dan bulutangkis, serta sebuah ruang televisi.

Usaha Sarojini tersebut berbuah manis, sebagian anak-anaknya terdaftar menjadi siswa di beberapa sekolah dan universitas bergengsi di India. Ia dan suaminya meyakini bahwa pendidikan adalah satu-satunya kunci keberhasilan dalam kehidupan. Kini banyak dari mereka telah menjadi manajer bank, guru atau kepala sekolah, beberapa lainnya telah menikah dan membangun keluarga yang baik.

Sarojini di tengah anak-anak asuhnya. (Foto: Manisha Mandir)

"Hanya pendidikan yang baik yang bisa membuat anak perempuan mandiri. Kami membawa mereka ke sekolah yang bagus dan bergengsi. Banyak gadis kami telah berhasil dalam studi mereka dan mendapatkan pekerjaan yang bagus," ucap Sarojini dengan bangga.

Sarojini dan Agarwal menamai rumah penampungan mereka dengan Manisha Mandir. Meski usianya sudah tidak muda lagi, perempuan baik hati ini bertekad mendedikasikan hidupnya untuk merawat anak-anak terlantar.

"Di setiap anak yatim piatu dan gadis terlantar, saya melihat anak perempuan saya, Manisha. Mungkin Tuhan menjauhkan putriku dariku karena ia ingin aku mengurus anak-anak ini. Saya berterima kasih pada Manisha karena telah memberi saya kesempatan untuk mengenangnya dengan cara yang berarti, " tutup Sarojini.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya