SEJAK abad ke-17, perusahaan-perusahaan dagang Eropa telah membangun pos depan di wilayah Asia Selatan yang menjadi titik penting perdagangan itu. Pada 1757, melalui kekuatan militernya perusahaan dagang India Timur dari Inggris berhasil menaklukkan kerajaan-kerajaan lokal dan menjadi penguasa India.
Menyusul pemberontakan besar terhadap perusahaan dagang India Timur pada 1857, Kerajaan Inggris memutuskan untuk mengambil alih secara langsung kekuasaan di Hindustan, sebutan untuk wilayah India dan sekitarnya. Meski upaya pemberontakan tersebut digagalkan, rakyat India masih terus berusaha untuk menjadi sebuah negara yang merdeka.
Selama bertahun-tahun, Inggris menerapkan berbagai hukum yang menekan rakyat India dan menimbulkan ketidakpuasan terhadap pemerintah pendudukan. Ketidakpuasan pada periode ini muncul dalam bentuk gerakan tanpa kekerasan, penolakan bekerja sama dan pembangkangan sipil yang dipimpin oleh Mohandas Karamchand Gandhi.
Pada 1929, Kongres Nasional India mendeklarasikan Deklarasi Kemerdekaan India. Kongres meminta rakyat untuk melakukan pembangkangan sipil dan melaksanakan instruksi Kongres yang dikeluarkan dari waktu ke waktu sampai India mencapai kemerdekaan penuh.
Setelah Perang Dunia II berakhir, Inggris kehabisan sumber daya untuk mempertahankan daerah-daerahnya di luar negeri, termasuk India. Menyadari bahwa kerajaan tidak memiliki mandat dari rakyat untuk mempertahankan daerah-daerah tersebut, tidak adanya dukungan dari dunia internasional dan keadaan di India yang semakin tidak stabil membuat Inggris memutuskan untuk mengakhiri kendalinya atas India.
Akhirnya pada Februari 1947, Perdana Menteri (PM) Inggris Clement Atlee mengumumkan bahwa London akan memberikan pemerintahan mandiri kepada India paling lambat pada Juni 1948. Rencana itu dipercepat oleh Gubernur Inggris untuk wilayah India, Lord Mountbatten yang khawatir perbedaan pendapat yang terus menerus terjadi antara Kongres Nasional India dan Liga Muslim akan menyebabkan runtuhnya pemerintahan interim di India.
Pada 3 Juni 1947, Pemerintah Inggris mengumumkan persetujuannya untuk membagi India menjadi dua negara merdeka, India dan Pakistan. Lord Mountbatten memilih peringatan dua tahun menyerahnya Jepang dalam Perang Dunia II yang jatuh pada 15 Agustus 1947 sebagai tanggal dilaksanakannya pemindahan kekuasaan. Pemerintahan kedua negara itu diberi status dominion dan diberikan hak untuk memisahkan diri dari Persemakmuran Inggris.
(Rahman Asmardika)