HARI MERDEKA: Duh..Kondisi Museum Perjuangan Para Pahlawan Ini Memprihatinkan

Subhan Sabu, Jurnalis
Kamis 17 Agustus 2017 12:12 WIB
Foto: Subhan Sabu/Okezone
Share :

MANADO - Kondisi museum perjuangan milik pembinaan mental Korem 131/Santiago yang terletak di Jalan Bethesda, Kecamatan Sario, Manado, Sulawesi Utara (Sulut) sangat memprihatinkan. Bangunan yang diresmikan 27 Februari 1979 ini terlihat kusam dan tampak tidak terurus, beberapa bagian dinding bangunan telah lapuk dan mengakibatkan sejumlah koleksi benda bersejarah yang ada didalamnya menjadi rusak.

Kondisi ini diakui oleh penjaga museum perjuangan, Serka Feliks Silaen. Menurutnya tidak ada dana untuk perawatan gedung museum tersebut, justru untuk biaya perawatan lebih banyak diambil dari kantong pribadinya serta sumbangan dari pengunjung.

"Beginilah kondisi gedung, apa adanya, tidak saya tutup-tutupi, sering saya ingatkan kepada pengunjung untuk tidak bersandar di dinding karena selain sudah tua, catnya sudah terkelupas," ujar Serka Feliks Silaen kepada Okezone, Rabu (16/8/2017).

Museum Perjuangan atau Museum Kodam XIII/Merdeka diresmikan pada tanggal 27 Februari 1979 oleh Panglima Brigjen TNI Rudini. Di halamannya terdapat monumen patung Robert Wolter Monginsidi dan dua meriam di samping kiri dan kanan. Kondisi patung terlihat kusam dan catnya banyak yang terkelupas.

Memasuki gedung museum, pengunjung disambut oleh lukisan Panglima Besar Jenderal Soedirman dan patung setengah badan Letkol A.G. Lembong, Mayor Daan Mogot, dan Kapten Pierre Tendean, ketiganya merupakan pahlawan nasional asal Sulut

Di ruangan depan museum terdapat peta rute gerilya Panglima Sudirman beserta berbagai foto perjalanannya. Di sebelah kanan terdapat peta pendaratan Jepang di wilayah Republik Indonesia serta berbagai foto dokumentasi terkait masa penjajahan Jepang di Indonesia.

Sebelum masuk ke dalam, kita wajib mengisi buku tamu, dan memberikan sumbangan ala kadarnya untuk pemeliharaan gedung museum di dalam kaleng yang terdapat di atas meja tersebut.

Masuk dari pintu sebelah kiri museum, terdapat foto-foto sejarah para pahlawan nasional asal Sulut yang terpampang di dinding museum. Ada foto sejarah singkat Nani Wartabone yang berasal dari Gorontalo, foto sejarah perjuangan Letkol A.G. Lembong yang mati tertembak bersama ajudannya, Lettu Kahalo, foto sejarah singkat CH. Taulu, pimpinan pemberontakan terhadap kekuasaan Belanda di Manado pada 14 Februari 1946, foto perjuangan Mayor H.V. Worang serta foto sejarah tentang Bataha Santiago yang mati diatas tiang gantungan Belanda.

Ada juga rangkaian foto tentang pahlawan nasional asal Sulut, Robert Wolter Monginsidi, Sejarah singkat Pahlawan Nasional Maria Yosephine Walanda Maramis (1872-1924) Sejarah Singkat Pahlawan Nasional Mr. Alexander Andries Maramis (1897-1977) yang merupakan adik kandung dari Walanda Maramis.

Selain itu juga banyak terdapat buku-buku sejarah yang tertata di dalam lemari serta foto-foto kegiatan TNI AD jaman dahulu, namun sayang kondisinya tidak terawat, selain berdebu, banyak buku dan foto-foto yang sudah rusak dimakan rayap.

Selain foto dan kisah sejarah, di dalam museum juga terdapat benda-benda bersejarah yang dipajang, berupa seragam perang, meja yang digunakan oleh Mahmildam XIII/Merdeka pada tahun 1968 untuk mengadili para anggota yang terlibat dalam pemberontakan G30S/PKI.

Terdapat juga replika tandu Jenderal Soedirman, berbagai mata uang kuno, kostum tari cakalele, dan kain tenun asal Timor-timor yang disita saat Operasi Seroja, helm prajurit, pesawat telepon dan pesawat radio yang digunakan selama masa Permesta serta berbagai koleksi senjata.

Museum yang terakhir kali dipugar pada 14 Februari 1992 oleh Danrem 131/Santiago, Kolonel Inf Tedy Jusuf ini terkesan terabaikan serta perlu dilakukan penataan koleksi dan perawatan yang lebih baik.

Juandri, salah seorang pengunjung museum saat ditemui mengaku khawatir akan hilangnya beberapa koleksi sejarah karena kondisi benda-benda bersejarah banyak yang tidak terawat dengan baik.

"Kondisi gedung banyak debu dan tidak terawat, kiranya perlu ada perhatian serius karena sudah banyak foto-foto di dinding saya lihat sudah rusak," pungkasnya.

(Risna Nur Rahayu)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya