Selain foto dan kisah sejarah, di dalam museum juga terdapat benda-benda bersejarah yang dipajang, berupa seragam perang, meja yang digunakan oleh Mahmildam XIII/Merdeka pada tahun 1968 untuk mengadili para anggota yang terlibat dalam pemberontakan G30S/PKI.
Terdapat juga replika tandu Jenderal Soedirman, berbagai mata uang kuno, kostum tari cakalele, dan kain tenun asal Timor-timor yang disita saat Operasi Seroja, helm prajurit, pesawat telepon dan pesawat radio yang digunakan selama masa Permesta serta berbagai koleksi senjata.
Museum yang terakhir kali dipugar pada 14 Februari 1992 oleh Danrem 131/Santiago, Kolonel Inf Tedy Jusuf ini terkesan terabaikan serta perlu dilakukan penataan koleksi dan perawatan yang lebih baik.
Juandri, salah seorang pengunjung museum saat ditemui mengaku khawatir akan hilangnya beberapa koleksi sejarah karena kondisi benda-benda bersejarah banyak yang tidak terawat dengan baik.
"Kondisi gedung banyak debu dan tidak terawat, kiranya perlu ada perhatian serius karena sudah banyak foto-foto di dinding saya lihat sudah rusak," pungkasnya.
(Risna Nur Rahayu)