Selain itu, Martinus juga mengatakan, bahwa polisi sudah memeriksa saksi dan juga memeriksa CCTV di sekitar lokasi terkait pelemparan bom molotov ini.
"Saat ini kita masih lidik ya, seperti dari CCTV sekitar dan ada enam orang diperiksa sebagai saksi," jelas Martinus.
Untuk diketahui, saat ini negara Myanmar sedang menjadi sorotan lantaran kekerasan kepada muslim Rohingya, Myanmar. Hal tersebut dinilai publik bahwa Myanmar tengah melakukan genosida dan sebagai perilaku tak berprikemanusiaan dan melanggar hak asasi manusia (HAM).
(Awaludin)