BACA JUGA: Terungkap! Militer Myanmar Dibantu Warga Bakar Rumah Muslim Rohingya
Justifikasi mengenai keadaan di Rakhine juga disampaikan oleh peraih Nobel Perdamaian pada 1991 itu ketika menerima kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi di Kota Yangon.
“Tentu saja, sumber daya kami tidak selengkap dan memadai seperti yang diinginkan tapi kami berusaha yang terbaik serta kami ingin memastikan semua orang berhak mendapatkan perlindungan hukum,” jelas Suu Kyi.
Kekerasan di Rakhine juga telah menyita perhatian Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres. Ia bahkan menuliskan surat resminya ke Dewan Keamanan PBB untuk menyampaikan keprihatinannya. Pada surat tersebut Guterres memberikan sejumlah langkah agar Dewan Keamanan membantu menyelesaikan krisis kemanusiaan di Myanmar tersebut.
Namun sayangnya muncul kabar tak sedap terkait Dewan Keamanan. Reuters melaporkan, Myanmar tengah bernegosiasi dengan China dan Rusia agar memastikan mereka dapat menghentikan kecaman Dewan keamanan PBB terkait krisis Rohingya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)