Selama lebih dari 1 tahun, dia bersosialisasi dengan masyarakat di sekitar lokasi penampungan. Selain itu, Kamal juga diberikan pendidikan di beberapa tempat belajar di Medan.
"Warga di sekitar sini baik. Pemerintah Indonesia baik. Kami sangat berterimakasih kepada bapak dan ibu (masyarakat Indonesia)," katanya. sembari tersenyum.
Selama belajar dan membaca pemberitaan di Indonesia, Kamal merasa di Indonesia mayoritas masyarakatnya memiliki sikap toleransi terhadap perbedaan agama.
"Di Medan banyak macam suku dan agama, tapi di sini damai. Tidak ada bunuh-bunuhan karena berbeda agama. Toleransi di Indonesia harus dicontoh pemerintah Myanmar. Jangan buat kami menderita hanya karena berbeda agama," harap Kamal.
(Awaludin)