"Aksi ini memiliki cakupan jangka panjang dan bukan merupakan program sporadis. Nanti ada pengawasan dari pihak sekolah maupun unsur pegawai demi pelaksanaan kegiatan ini secara berkesinambungan," ujar Dedi kepada Okezone.
Jadi, kata dia, mulai hari ini para pelajar harus memiliki saudara asuh. Dan saudara asuhnya ini, setiap hari Kamis harus dibantu oleh mereka. Untuk saudara asuhnya sendiri bisa mengambil dari masyarakat sekitar. Bisa juga, adik atau kakak kelas mereka yang dianggap tidak mampu secara ekonomi. Adapun bantuannya, yakni berupa bahan pokok. Misalnya, beras.
Baca Juga: Demokrat Sebut Ada Poros Baru di Pilkada Jabar, Sekjen Golkar: Kita Menghargai Partai Lain
Sedangkan, sambung dia, pola bantuannya nanti dibuat berkelompok. Jadi, setiap siswa minimalnya memberikan satu gelas beras untuk bantuan tersebut. Dan setelah bantuan ini terkumpul, harus langsung diantarkan sendiri oleh siswa ini ke para penerima yang sudah sebelumnya terdata.
"Kami berharap, dengan program ini pihaknya jiwa kesetiakawanan sosial para siswa bisa tumbuh," jelas dia.