Sudikerta Berharap Upacara Yadnya Bisa Fleksibel Mengikuti Perkembangan Zaman

Nurul Hikmah, Jurnalis
Jum'at 08 September 2017 04:02 WIB
Share :

GIANYAR - Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta hadiri upacara Ngeroras sebagai rangkaian Upacara Ngaben massal di banjar Pegesangan, Desa Pekraman Temesi, Tulikup, Gianyar, Kamis (7/9/2017).

Dia mengatakan, upacara Ngaben bagi leluhur yang sudah meninggal disamping bermakna membayar hutang kepada leluhur (Pitra Rna) sesuai ajaran agama Hindu Tri Rna yang merupakan kewajiban setiap umat Hindu, jika dilaksanakan secara massal juga bisa membantu sesama yang kurang mampu.

“Jika ada krama yang mampu jangan beryadnya sendiri-sendiri, mari galakkan upacara yang digelar secara massal, seperti Ngaben massal ini, tentu akan meringankan beban krama yang kurang mampu. Dengan begitu, tujuan kita untuk membayar hutang kepada leluhur tercapai, berkah karena membantu sesama juga dapat,” kata Sudikerta.

Calon Gubernur Bali 2018 dari Partai Golkar ini menerangkan, dengan melaksanakan upacara secara massal juga akan dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan krama desa setempat, yang umumnya di Bali terdiri dari berbagai pasemetonan atau soroh.

“Walaupun terdiri dari berbagai pasemetonan, jika sudah melaksanakan secara massal maka harus bisa melebur diri dalam kesatuan desa, harus bisa bersatu padu,"paparnya.

Pihaknya berharap segala pelaksanaan upacara yadnya maupun program kegiatan-kegiatan desa lainnya yang berdasarkan prerarem maupun awig-awig bisa fleksibel mengikuti perkembangan zaman.

“Awig-awig berpengaruh besar terhadap pelaksanaan adat, upacara yadnya maupun lainnya pada lingkup desa adat, jadi patut dikoreksi minimal setiap 5 tahun agar bisa mengikuti perubahan dan fleksibel sesuai perkrmbangan zaman,” pungkasnya.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya