Perpustakaan Tertinggi Telah Dibangun di Indonesia, Berikut Deretan Perpustakaan Unik Lain di Dunia

Yudhistira Dwi Putra, Jurnalis
Jum'at 15 September 2017 08:01 WIB
Share :

Little Free Library (LFL) adalah sebuah konsep kreatif yang dicetuskan oleh dua orang pria, Todd Bol dan Rick Brooks. Konsep LFL adalah untuk mempromosikan literatur dan membudayakan minat baca dengan mengajak masyarakat untuk membangun perpustakaan mini di rumah-rumah mereka. Pada 2009, ide ini bertumbuh jadi gerakan sosial, dimana banyak masyarakat yang mulai membangun kotak-kotak kecil yang berisikan buku-buku. Kotak-kotak tersebut dibangun di sudut-sudut jalan dan sejumlah fasilitas massal.

Mengusung slogan "Take a book, return a book", gerakan LFL berkembang pesat. Dari 100 kotak baca pada tahun 2011 menjadi 6.000 kotak baca pada tahun 2013. Gerakan sosial LFL kini tak hanya mewabahi Amerika Serikat, namun juga telah menyebar ke seluruh dunia, termasuk di Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia.

Meski belum jadi gerakan massal yang masif, Semarang berhasil menjadi kota pertama yang mengadaptasi konsep LFL ke tengah kehidupan membaca masyarakatnya. Digerakkan oleh sejumlah orang dari komunitas pecinta buku, LFL di Semarang menjadi angin segar di tengah rendahnya minat baca masyarakat Indonesia.

3. Perpustakaan Tertua (La Bibliotheque Nationale de France, Paris, Prancis)

La Bibliotheque Nationale de France atau Perpustakaan Nasional Prancis adalah perpustakaan tertua di dunia yang masih beroperasi hingga kini. Berdiri pada tahun 1368, perpustakaan ini hampir berusia 650 tahun.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya