BANDUNG - Partai Gerindra bermanuver. Gerindra yang tadinya berkoalisi dengan PKS mendukung Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu di Pilgub Jawa Barat 2018, kini merapat ke poros baru yang diisi Demokrat, PPP, dan PAN.
Gerindra sendiri mencabut dukungannya untuk Demiz-Syaikhu melalui Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi. Tapi, antara Mulyadi dan beberapa petinggi DPP Gerindra berbeda pandangan. Bahkan PKS mengklaim Prabowo membantah Gerindra mencabut dukungan untuk Demiz-Syaikhu.
Lalu, bagaimana kans Gerindra merapat ke koalisi PDIP-Golkar-Hanura? Meski dalam politik segala hal bisa terjadi, tapi saat ini berat kemungkinan Gerindra merapat ke koalisi tersebut.
Sekretaris DPD PDIP Jawa Barat Abdy Yuhana mengatakan, pihaknya memang membuka komunikasi dengan partai manapun. Tapi hal itu dilakukan untuk pembahasan secara umum mengenai pilgub.
PDIP mengajak agar pilgub menjadi pertarungan gagasan dan visi-misi, bukan pertarungan isu-isu negatif. Sehingga suasana pilgub nanti akan menjadi sejuk. "Dalam konteks itu, saya kira berkomunikasi dengan semua partai perlu, harus," kata Abdy kepada Okezone, Jumat (15/9/2017).