Mulyadi mengatakan, apa yang dilakukannya selalu dilaporkan kepada Prabowo. Semua perkembangan terkait pilgub dan langkah Gerindra di Jawa Barat selalu disampaikan.
"Kadang-kadang Pak Prabowo telepon saya satu-dua kali sehari," ucapnya.
Ia sendiri menegaskan bahwa apa yang dilakukannya selalu dilaporkan ke Prabowo. Tapi, ia tidak melaporkannya kepada pengurus DPP yang lain. Sebab, secara hierarki, laporan yang ada memang harus dilaporkan ke Prabowo sebagai pimpinan tertinggi partai.
Soal pencabutan dukungan dari Demiz-Syaikhu dan memilih merapat ke poros baru yang dihuni Demokrat, PPP, dan PAN, ia mengatakan itu bagian dari improvisasinya sebagai Ketua DPD.
"Intinya saya melakukan improvisasi dalam memimpin partai ini untuk tujuan yang lebih besar yaitu masyarakat Jawa Barat," jelas Mulyadi.
(Rachmat Fahzry)