(Baca: Akui Adanya Pungli, Pengelola GBK Sering "Kucing-kucingan" dengan Pelaku)
Winarto mengatakan, pihaknya sering melakukan razia untuk melakukan penertiban terhadap para pelaku yang diduga preman telah melakukan pungutan liar. Namun selalu bocor informasi jika petugas menggelar penertiban.
"Ya sudah sering ditindak, tapi kan mereka itu uber-uberan sama kita. Kita datang mereka hilang," katanya kepada wartawan. Kemarin Kamis.
Sebelumnya, seorang pengemudi Bis, Rojikin mengaku kecewa atas pelayanan pengelola. Pasalnya dirinya dimintai uang oleh pria bertato sebesar Rp20 ribu untuk parkir tanpa ada tanda bukti. Padahal Rojikin sudah membayar parkir di pintu masuk sebesar Rp40 ribu.
(Awaludin)