JAKARTA – Dua ekor panda raksasa dari China telah tiba di Indonesia dan akan segera dibawa ke Taman Safari Indonesia di Bogor, Jawa Barat. Cai Tao, panda jantan seberat 128 kilogram (kg) dan panda betinanya, Hu Chun, menempuh perjalanan selama enam jam dengan pesawat Airbus 330-200 milik Garuda Indonesia dari Chengdu, China, sebelum sampai di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Kamis (28/9/2017) pukul 09.00 waktu Indonesia bagian barat (WIB).
Berdasarkan keterangan Direktur Taman Safari Indonesia, Jensen Manangsang, yang dilansir The Straits Times, Kamis (28/9/2017), kedua panda itu akan tinggal di sebuah kandang seluas 4.800 meter persegi di Taman Safari. Kebun binatang yang terletak di Bogor itu memiliki ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut dengan suhu 17 derajat Celsius di malam hari dan 24 derajat Celsius pada malam hari, mirip dengan kondisi di kampung halaman kedua panda tersebut.
"Kami sudah menyiapkan perkebunan bambu siap panen seluas 10 hektare dan empat kandang untuk panda -dua indoor, satu outdoor, dan satu khusus untuk kawin," kata Jensen.
Kedatangan kedua panda tersebut menandai kerjasama kedua negara dalam penelitian bersama terhadap spesies yang terancam punah. Indonesia telah berbagi keahliannya dalam membudidayakan harimau Sumatera, yang sebelumnya diklasifikasikan terancam punah, dengan China.
Pekan lalu, Kuasa Usaha Kedutaan Besar Republik Rakyat China, Sun Weide mengatakan, Indonesia adalah negara ke-16 yang menerima dan mengembangbiakkan panda raksasa. Sun menjelaskan, dalam bahasa China, Cai Tao berarti ‘porselen’ sementara Hu Chun berarti ‘danau di musim semi’.
"Nama-nama itu sesuai dengan indahnya Indonesia, sebuah negara yang memiliki ribuan pulau," kata Sun.
Panda raksasa telah menjadi cara diplomasi yang digunakan China. “Diplomasi panda” sebutan populer dari cara diplomasi ini, melambangkan kedekatan hubungan antara Beijing dengan negara penerima panda raksasa tersebut.
(Rahman Asmardika)