Dari hasil pemeriksaan sementara lima orang telah memiliki dokumen Keimigrasian lengkap terkait WNA dan TKA. Sedangkan 41 masih dalam tahapan kepengurusan dokumen. Dari semua WNA Tiongkok ini, dua diantaranya perempuan.
Lanjut Fauzi menjelaskan, berdasarkan keterangan Davis selaku kontraktor PT Conch, bahwa pihaknya hanya menggunakan jasa dua orang TKA saja memiliki dokumen Keimigrasian yang sah. Namun dalam pembangunan tersebut juga melibatkan dua perusahaan kontraktor lainnya yakni PT Kian dan PT Port Engineering. Dua perusahaan ini menurut Davis juga membawa TKA lainnya.
Pada saat pengamanan yang melibatkan Dit Intelkam Polda Kalbar dan Polres Mempawah ini, kata Fauzi, ada beberapa dari TKA yang melarikan diri. Beruntung semuanya dapat diamankan.
"Kami masih lakukan interogasi dan temuan ini akan didalami Dit Intelkam Polda Kalbar selaku pembina tehnis intelejen dan pengawasan orang asing," pungkas Fauzi.
(Khafid Mardiyansyah)