Sudah Tepatkah Penembakan Maut di Las Vegas Disebut Kejahatan Murni, Bukan Aksi Teroris?

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis
Rabu 04 Oktober 2017 14:04 WIB
Detik-detik penembakan di Las Vegas. (Foto: Ist)
Share :

LAS VEGAS - Stephen Paddock (64) membantai 59 orang dan menyebabkan 527 orang lainnya terluka dalam penembakan massal terhadap kerumunan penonton konser musik country di Las Vegas, Minggu malam. Namun, aksi pria bersenjata asal Mesquite, Nevada, ini tidak dinyatakan sebagai tindakan terorisme.

Ketika ditanya apakah pihak berwenang percaya bahwa pembantaian oleh Paddock merupakan tindakan terorisme, pejabat sheriff Clark County Joe Lombardo mengatakan, "Tidak, tidak pada saat ini. Kami percaya itu adalah individu lokal. Dia tinggal di sini secara lokal. Kita tidak tahu apa sistem kepercayaannya saat ini.”

Pria bersenjata itu membantai para penonton konser musik country dengan senapan otomatis dari kamar Mandalay Bay Resort and Casino, Las Vegas, tempat dia check-in. Target penembakan hanya beberapa meter di bawah kamar resort tersebut.

(Baca juga: Ya Ampun! Pelaku Penembakan Brutal di Las Vegas Ternyata Simpan 42 Senjata Api)

Publik, dari pakar politik hingga pengguna media sosial mulai memperdebatkan, apakah penembakan massal yang paling mematikan dalam sejarah modern Amerika Serikat (AS) ini harus diberi label. Ketika publik cenderung menyebut pembunuhan massal tersebut sebagai serangan teroris, undang-undang AS tidak begitu jelas mengenai masalah tersebut.

Inilah pandangan yang lebih dalam tentang semantik yang kabur dari label "terorisme" dan implikasinya di negeri Paman Sam.

SINDOnews mengutip bagian undang-undang di negara bagian Nevada mengenai terorisme. Bunyinya adalah; ”Tindakan terorisme mengacu pada setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau upaya penggunaan sabotase, pemaksaan atau kekerasan yang dimaksudkan untuk menyebabkan kerugian besar atau kematian bagi masyarakat umum.”

(Baca juga: Stephen Paddock, Penembak Sadis di Las Vegas Itu Penjudi Profesional yang Berperilaku Ganjil)

UU lain di negara bagian tersebut, yang secara terpisah menyatakan, “Seorang teroris, merupakan orang yang dengan sengaja melakukan, menyebabkan, membantu, melampaui atau menyembunyikan tindakan terorisme atau usaha untuk melakukan, menyebabkan, memberi bantuan, lebih jauh atau menyembunyikan tindakan terorisme.”

Sekilas, UU di Nevada itu cukup untuk mengategorikan aksi Paddock sebagai tindakan terorisme. Namun, Wali Kota Las Vegas Carolyn Goodman tidak pernah menyebutkan kata ”t” saat membahas tragedi tersebut pada Senin waktu setempat atau Selasa (3/10/2017) WIB. Sebagai gantinya, Goodman menggambarkan si penembak sebagai ”orang gila, penuh kebencian”.

(Baca juga: Heroik! Smith Selamatkan 30 Orang saat Penembakan Maut di Las Vegas)

Lain lagi dengan Undang-Undang Federal AS yang menyatakan penembakan massal tidak sesuai dengan deskripsi ”terorisme”.

Di bawah undang-undang federal, seorang teroris adalah seseorang yang memiliki hubungan dengan entitas asing, seperti ISIS dan kelompok teror lainnya yang dikenal, yang menggunakan taktik intimidasi atau kekerasan untuk motif politik dan bermaksud untuk tidak hanya mempengaruhi korban secara langsung, namun terhadap sebuah kelompok yang lebih besar.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya