KOTAWARINGIN BARAT – Terus tergerusnya habitat orang utan di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) membuat sejumlah primata dilindungi ini terus keluar hutan dan masuk ke kebun warga untuk mencari makanan.
Seperti yang terjadi pada Senin (2/10/2107), warga Desa Tangar Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, melaporkan ada seekor orang utan yang berada di kebunnya mencari makan.
“Karena lokasi yang cukup jauh, baru pada Selasa, 3 Oktober 2017, pukul 09.00 WIB Tim Rescue SKW II BKSDA Pangkalan Bun Kalteng beserta OFI bergerak menuju lokasi,” ujar Kepala BKSDA SKW II Pangkalan Bun Kalteng Agung Widodo melalui Stafnya Muda Yulivan, saat dihubungi MNC Media, Rabu (4/10/2017).
Ia menjelaskan, pada Senin 2 Oktober 2017 sekira pukul 15.00 WIB, petugas pos BKSDA Sampit, Kotim, Muriansyah mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada orang utan di kebun milik warga di Desa Tangar. Saat itu primata dilindungi ini sedang mencari makan dan terlihat mengacak acak kebun.
“Karena hutan mulai terkikis kebun sawit maka orangutan masuk perkebunan masyarakat. Hutan sekarang sudah tinggal sedikit berubah menjadi perkebunan,” katanya.
Evakuasi orang utan ini dengan cara ditembak obat bius. Selanjutnya orang utan diamankan dan diperiksa.
“Jenis kelamin betina, umur 5 tahun, berat 16 kg, kondisi fisik sehat. Saat ini sudah tiba di Pangkalan Bun. Saat ini dibawa ke Balai Orangutan Carantina (OCCQ) milik OFI untuk dikarantina,” ujarnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)