"Yang pertama, saya tidak pernah tidak bersuci, dalam artian tidak pernah batal wudhu. Kedua, saya tidak pernah shalat tidak tepat pada waktunya, jadi selalu shalat tepat waktu. Dan yang ketiga, semua yang saya lakukan itu untuk kepentingan negara kesatuan republik Indonesia," ungkap Gatot.
Sudirman wafat kurang lebih satu bulan setelah Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia tepatnya pada 29 Januari 1950 pada umur 34 tahun. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta.
Kematian Sudirman menjadi duka bagi seluruh rakyat Indonesia. Bendera setengah tiang dikibarkan dan ribuan orang berkumpul untuk menyaksikan prosesi upacara pemakaman. Sudirman terus dihormati oleh rakyat Indonesia. Namanya sudah banyak diabadikan sebagai nama jalan, gedung dan lain-lain.(fin)
(Amril Amarullah (Okezone))