DOKTER Robert Liston merupakan seorang ahli bedah ternama di masanya. Ia dikenal sebagai seorang dokter yang memiliki kecepatan tinggi dalam melakukan operasi terhadap pasiennya. Sayangnya, operasi yang dilakukan Dokter Robert dikenal memiliki resiko kematian 300%.
Pada dasarnya Dokter Robert hidup di masa saat anestesi atau obat bius belum ditemukan yaitu pada abad 18. Para dokter ahli bedah saat itu dituntut untuk kreatif dan mencari cara yang terbaik guna mengoperasi pasiennya. Mereka diwajibkan untuk mencari cara agar pasien tidak terlalu merasa sakit.
Dan di saat bersamaan, para dokter di masa itu juga harus berlomba dengan waktu untuk menyelamatkan nyawa pasien. Salah satu cara yang terbaik adalah dengan melakukan operasi dengan cepat bahkan kurang dari 5 menit. Dengan semakin cepatnya operasi dilakukan, diharapkan pasien tidak banyak kehilangan darah.
Patung penghormatan Dokter Robert Liston. (Foto: All That Is Interesting)
Namun teknik ini tentunya memiliki kekurangan. Karena semakin cepat operasi dilakukan maka akurasi biasanya dikorbankan. Sebagai seorang ahli bedah tercepat, Dokter Robert mendapat julukan "The fastest knife on West End,” atau pisau tercepat di West End. Ia lahir 1794, di Ecclesmachan, Skotlandia dan menempuh pendidikan dokter University of Edinburgh.
Robert dengan cepat menjadi tertarik pada anatomi. Ia kemudian memutuskan untuk mempersempit fokusnya pada operasi, dan segera mendapatkan reputasi sebagai ahli bedah terampil.
Sang dokter diketahui sangat ahli dalam hal mengamputasi pasiennya. Kala itu, sebagian besar dokter akan kehilangan 1 dari 4 pasiennya namun tidak dengan Robert. Ia terbilang hanya kehilangan 1 dari total 10 pasiennya. Penulis Inggris, Richard Gordon yang merangkum biografi Dokter Robert menyebut, pria jenius itu bisa melakukan amputasi kaki dalam 28 detik sampai dengan 2,5 menit.