Ia begitu dikenal dengan kecepatannya. Dan slogannya ketika hendak melakukan operasi begitu populer saat itu. "Tunggu aku tuan-tuan," ujar Robert sambil mengangkat pisaunya. Karena reputasinya yang baik dan hebat, ia selalu dicari orang-orang. Ketika menggoreskan pisaunya, maka pada saat itu juga Robert akan sangat fokus terhadap pasiennya.
Tetapi hal mengerikan kemudian terjadi. Pada satu titik, ketika Robert melakukan sebuah operasi, ia terlalu fokus dengan kecepatan. Hal ini membuatnya berbuat ceroboh. Kala itu, Robert yang mengayunkan tangannya tak sengaja memotong jari tangan asistennya. Pisaunya juga terlepas hingga membuat operasi berlangsung dengan waktu yang lebih lama dan pasien semakin kesakitan karena kehilangan darah.
Potret operasi yang dilakukan Dokter Robert Liston pada Abad 18. (Foto: All That Is Interesting)
Bukannya sembuh, pasien Robert saat itu akhirnya meninggal. Tak hanya itu, 2 orang lainnya juga tewas menyusul operasi tersebut. Asisten Robert pada akhirnya meregang nyawa karena infeksi akibat jarinya yang terpotong. Sementara itu, 1 orang yang tewas lainnya adalah salah satu penonton.
Di masa itu, proses operasi dilakukan ditempat terbuka dan bisa disaksikan banyak orang. Penonton yang tewas tersebut diketahui ketakutan hingga membuatnya mengalami serangan jantung dan akhirnya meregang nyawa. Tiga kematian sekaligus itu membuat operasi yang dilakukan Robert dinilai memiliki risiko kematian 300 persen.
Meski kasus kematian tersebut sangat menghebohkan, namun bukan hanya mereka yang menjadi korban operasi cepat. Terlepas dari kehebatannya, Robert tak pun pernah melakukan kesalahan lain yang tak kalah mengerikan. Demi kecepatan dan karena terlalu bersemangat, Robert pernah tak sengaja memotong testis pasiennya.
(Rufki Ade Vinanda)