OKEZONE STORY: Robert Liston, Seorang Ahli Bedah Ternama Pada Abad 18 yang Tewaskan 3 Orang Sekaligus di Sebuah Operasi

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis
Sabtu 07 Oktober 2017 08:01 WIB
Dokter Robert Liston. (Foto: All That Is Interesting)
Share :

DOKTER Robert Liston merupakan seorang ahli bedah ternama di masanya. Ia dikenal sebagai seorang dokter yang memiliki kecepatan tinggi dalam melakukan operasi terhadap pasiennya. Sayangnya, operasi yang dilakukan Dokter Robert dikenal memiliki resiko kematian 300%.

Pada dasarnya Dokter Robert hidup di masa saat anestesi atau obat bius belum ditemukan yaitu pada abad 18. Para dokter ahli bedah saat itu dituntut untuk kreatif dan mencari cara yang terbaik guna mengoperasi pasiennya. Mereka diwajibkan untuk mencari cara agar pasien tidak terlalu merasa sakit.

Dan di saat bersamaan, para dokter di masa itu juga harus berlomba dengan waktu untuk menyelamatkan nyawa pasien. Salah satu cara yang terbaik adalah dengan melakukan operasi dengan cepat bahkan kurang dari 5 menit. Dengan semakin cepatnya operasi dilakukan, diharapkan pasien tidak banyak kehilangan darah.

Patung penghormatan Dokter Robert Liston. (Foto: All That Is Interesting)

Namun teknik ini tentunya memiliki kekurangan. Karena semakin cepat operasi dilakukan maka akurasi biasanya dikorbankan. Sebagai seorang ahli bedah tercepat, Dokter Robert mendapat julukan "The fastest knife on West End,” atau pisau tercepat di West End. Ia lahir 1794, di Ecclesmachan, Skotlandia dan menempuh pendidikan dokter University of Edinburgh.

Robert dengan cepat menjadi tertarik pada anatomi. Ia kemudian memutuskan untuk mempersempit fokusnya pada operasi, dan segera mendapatkan reputasi sebagai ahli bedah terampil.

Sang dokter diketahui sangat ahli dalam hal mengamputasi pasiennya. Kala itu, sebagian besar dokter akan kehilangan 1 dari 4 pasiennya namun tidak dengan Robert. Ia terbilang hanya kehilangan 1 dari total 10 pasiennya. Penulis Inggris, Richard Gordon yang merangkum biografi Dokter Robert menyebut, pria jenius itu bisa melakukan amputasi kaki dalam 28 detik sampai dengan 2,5 menit.

Ia begitu dikenal dengan kecepatannya. Dan slogannya ketika hendak melakukan operasi begitu populer saat itu. "Tunggu aku tuan-tuan," ujar Robert sambil mengangkat pisaunya. Karena reputasinya yang baik dan hebat, ia selalu dicari orang-orang. Ketika menggoreskan pisaunya, maka pada saat itu juga Robert akan sangat fokus terhadap pasiennya.

Tetapi hal mengerikan kemudian terjadi. Pada satu titik, ketika Robert melakukan sebuah operasi, ia terlalu fokus dengan kecepatan. Hal ini membuatnya berbuat ceroboh. Kala itu, Robert yang mengayunkan tangannya tak sengaja memotong jari tangan asistennya. Pisaunya juga terlepas hingga membuat operasi berlangsung dengan waktu yang lebih lama dan pasien semakin kesakitan karena kehilangan darah.

Potret operasi yang dilakukan Dokter Robert Liston pada Abad 18. (Foto: All That Is Interesting)

Bukannya sembuh, pasien Robert saat itu akhirnya meninggal. Tak hanya itu, 2 orang lainnya juga tewas menyusul operasi tersebut. Asisten Robert pada akhirnya meregang nyawa karena infeksi akibat jarinya yang terpotong. Sementara itu, 1 orang yang tewas lainnya adalah salah satu penonton.

Di masa itu, proses operasi dilakukan ditempat terbuka dan bisa disaksikan banyak orang. Penonton yang tewas tersebut diketahui ketakutan hingga membuatnya mengalami serangan jantung dan akhirnya meregang nyawa. Tiga kematian sekaligus itu membuat operasi yang dilakukan Robert dinilai memiliki risiko kematian 300 persen.

Meski kasus kematian tersebut sangat menghebohkan, namun bukan hanya mereka yang menjadi korban operasi cepat. Terlepas dari kehebatannya, Robert tak pun pernah melakukan kesalahan lain yang tak kalah mengerikan. Demi kecepatan dan karena terlalu bersemangat, Robert pernah tak sengaja memotong testis pasiennya.

(Rufki Ade Vinanda)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya