BANTEN - Demi menekan biaya transportasi dan produksi, Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa efisiensi harus menjadi prioritas dalam pembangunan setiap infrastruktur.
"Saya titip kepada PLN ini masalah efisien agar semua biaya yang ada dicek betul secara detail baik yang berkaitan dengan batu bara maupun biaya transportasi," ujar Joko Widodo ketika menghadiri acara pembangunan Coal Terminal 20 Juta Ton, groundbreaking PLTU IPP Jawa 7, 9 dan 10, peresmian PLTU IPP Banten Kapasitas 660 MW di Desa Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
Dalam siaran pers Humas Kemensetneg, Jokowi mengapresiasi kerja cepat Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam mengatasi masalah kekurangan listrik di Tanah Air. Padahal tiga tahun lalu saat berkunjung ke sejumlah daerah di Tanah Air, Ia sering kali mendapatkan keluhan dari masyarakat terkait langkanya pasokan listrik.
"Artinya kerja ngebut yang telah dilakukan PLN itu sudah mulai dirasakan oleh masyarakat. Meskipun pembangkit listrik yang sedang dibangun dan yang proyeknya masih diproses juga masih banyak," ujarnya.
Melihat kerja cepat tersebut, Jokowi pun menargetkan Indonesia akan mendapatkan pasokan listrik yang cukup pada tahun 2019 mendatang.
"Seluruh provinsi dari Sabang sampai Merauke semuanya teraliri listrik karena listriknya cukup," ungkapnya.
Target tersebut bukanlah sekedar harapan, mengingat listrik adalah sebuah investasi jangka panjang bagi sebuah negara dan memiliki berbagai manfaat didalamnya.(fin)
(Amril Amarullah (Okezone))