GEDUNG Putih atau White House menjadi salah satu ikon penting dalam pemerintahan di Amerika Serikat (AS). Gedung ini digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus tempat bekerja oleh para pemimpin di Negeri Paman Sam.
Tepat pada hari ini, peristiwa penting terkait pembangunan Gedung Putih terjadi. Landasan Gedung Putih pertama kali diletakkan pada 13 Oktober 1792.
Tempat tinggal ini dirancang oleh arsitek kelahiran Irlandia, yakni James Hoban. Ia mendesain gedung itu setelah memenangi kompetisi yang diadakan pemerintah. Dari kompetisi tersebut, ia mengantongi hadiah senilai USD500 atau sekira Rp6,7 juta.
Hoban menerapkan gaya neoklasik ke gedung pemerintahan ini. Desainnya sangat dipengaruhi oleh Leinster House di Dublin dan sketsa bangunan James Gibbs yang dituangkan dalam buku 'Book of Architecture’.
Lokasi dibangunnya Gedung Putih dipilih secara langsung oleh Presiden pertama AS, George Washington. Pembangunan ini dilakukan setelah kongres yang diadakan pada 1791 mengumumkan bahwa ibu kota AS dipindahkan secara permanen ke Washington DC. Sebelumnya, Philadelphia menjadi ibu kota negara tersebut.
Setelah pengumuman tersebut, negara bagian Maryland dan Virginia menyerahkan tanah di sekitar Sungai Potomac untuk membentuk Distrik Columbia. Pemindahan ibu kota ke Washington dilakukan satu tahun sebelum Gedung Putih didirikan. Tata letak radikal wilayah yang menjadi pusat pemerintahan itu dirancang oleh arsitek asal Prancis, Charles L'Enfant. Ia membuat puluhan lingkaran, jalan lintas alam, dan banyak taman di sana.
Satu tahun kemudian, yakni pada 1792, pembangunan Gedung Putih dimulai. Gedung itu dibangun di 1600 Pennsylvania Avenue. Pembangunannya berlangsung selama delapan tahun hingga 1800. Gedung ini dibangun menggunakan lempeng pasir Aquia Creek putih.
Pemimpin Amerika Pertama yang menempati gedung ini bukanlah George Washington. Pada 1800, Presiden kedua AS, John Adams, menjadi pemimpin pertama yang tinggal di bangunan tersebut. Pada 1 November 1800, John Adams bersama istrinya, Abigail, mulai tinggal di sana.
Tak lama setelah Gedung Putih dibangun, perang antara Inggris dan Amerika pecah pada 1812. Perang tersebut membuat Gedung Putih dan AS Capitol dibakar oleh tentara Inggris pada 1842. Hal ini dilakukan sebagai balasan atas pembakaran gedung-gedung pemerintah di Kanada yang dilakukan pasukan AS.
Kebakaran membuat bangunan itu rusak parah. Kebakaran membuat gedung itu dihiasi warna hitam di beberapa bagian. Pemerintah AS pun memerintahkan renovasi guna memperbaiki gedung tersebut. Selama bangunan itu diperbaiki, Presiden James Monroe pindah ke tempat tinggal eksekutif.
Bangunan yang terbakar itu kemudian dibangun kembali dan diperbesar di bawah arahan James Hoban. Ia menambahkan teras timur dan barat ke bangunan utama, bersama dengan serambi selatan yang berbentuk setengah lingkaran dan sebuah serambi di bagian utara. Perbaikan ini selesai pada 1820-an.
Selama bertahun-tahun, bangunan itu telah mengalami beberapa renovasi. Bangunan asli itu telah diperluas, diperkuat, dibakar, dan dibangun kembali.
Saat ini Gedung Putih memiliki lebih dari 130 kamar. Keluarga kepresidenan tinggal di gedung utama. Sementara kantor presiden berada di sayap barat. Gedung Putih juga memiliki kolam renang, gym, dan bioskop.
Gedung tersebut pun menjadi salah satu tempat wisata di AS. Sekira 1,5 juta orang mengunjungi tempat tersebut setiap tahunnya. (DJI)
(Rifa Nadia Nurfuadah)