HISTORIPEDIA: Perintahkan Hukum Mati Raja Inggris, Jasad 3 Hakim Digali dari Kubur dan Dieksekusi

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 17 Oktober 2017 06:01 WIB
Eksekusi Oliver Cromwell, John Bradshaw dan Henry Ireton pada 1660. (Foto: Wikipedia)
Share :

PERANG Sipil Inggris adalah konflik politik dan bersenjata antara pendukung parlemen (Parlementarian) dengan pendukung kerajaan (Royalis) yang berlangsung dari 1642 sampai 1651

Pada 1649, setelah mengalami kekalahan dalam Perang Sipil tersebut, Raja Charles I ditahan dan diseret ke depan pengadilan. Setelah 59 hakim menandatangani surat perintah eksekusi, pada 30 Januari 1649, Raja Charles I dipenggal di Whitehall, London.

Menyusul kematian sang raja, putranya Charles II lari dan lari ke Belanda. Perang Sipil Inggris sendiri terus bergulir sampai 1651 saat pasukan parlemen Inggris meraih kemenangan di Pertempuran Worcester. Dengan kemenangan tersebut, pemerintahan Inggris berada di bawah kendali parlemen yang kemudian membentuk Protektorat di bawah pimpinan Oliver Cromwell.

Setelah kematian Cromwell pada 1658, Inggris mengalami pergolakan dan perebutan kekuasaan. Di saat itulah Jenderal George Monck, seorang Royalis yang bergabung dengan Cromwell setelah raja Charles I tertangkap, mengambil tindakan.

Monck membawa pasukannya ke Skotlandia, memulihkan ketertiban dan mengatur pelaksanaan pemilihan untuk digelar pada awal 1660. Dia juga menjalin kontak dengan Raja Charles II yang mengasingkan diri.  

Dengan saran dari Monck, Charles II mengumumkan Deklarasi Breda yang isinya menawarkan rekonsiliasi, pengampunan atas kejahatan selama masa interregnum dan toleransi baik dalam bidang agama maupun politik. Deklarasi ini terbukti mampu menarik dukungan dari Parlemen Inggris yang kemudian mengirimkan undangan kepada Charles dan menerima pemulihan kerajaan sebagai bentuk politik di Inggris.

Setelah kepulangan Charles II sebagai raja Inggris, pada 1660 parlemen menyusun Undang-undang Ganti Rugi dan Pengampunan yang memberikan amnesti bagi orang-orang yang mendukung Parlementarian selama Perang Sipil dan masa Interregnum. Dalam undang-undang itu, 104 nama dikecualikan dengan sengaja, dengan 49 di antaranya dan dua algojo dijatuhi hukuman terberat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya