VALETTA – Perdana Menteri (PM) Malta Joseph Muscat menawarkan hadiah besar bagi siapa pun yang memiliki informasi terkait pembunuhan jurnalis terkemuka Daphne Caruana Galizia. Muscat mengatakan akan melakukan semua yang dibutuhkan untuk mengungkap kejahatan tersebut.
BACA JUGA: Tragis! Mobilnya Dipasangi Bom, Blogger Anti-Korupsi Ternama di Eropa Tewas
Caruana Galizia, yang seringkali mengecam Muscat dalam blog populernya, terbunuh pada Senin, 16 Oktober oleh sebuah bom, yang menghancurkan mobilnya saat dia mengemudi dari rumahnya di pulau Mediterania selatan itu.
Ahli forensik Belanda dan penyidik dari Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) membantu polisi setempat menyelidiki pembunuhan tersebut. Tewasnya Caruana Galizia mengejutkan Malta dan menimbulkan kecaman dari seluruh Eropa.
"Kami akan memastikan penyidik kami memiliki semua sumber daya yang mereka butuhkan dan semua pakar asing yang diperlukan untuk sampai ke dasar kasus ini," kata Muscat sebagaimana dikutip dari Reuters, Kamis (19/10/2017).
Beberapa saat setelahnya, Muscat mengatakan kepada Parlemen Malta bahwa pemerintahannya akan menawarkan hadiah dengan jumlah cukup besar yang belum pernah ada sebelumnya untuk informasi mengenai kejahatan itu. Dia mengatakan bahwa informan yang maju akan diberikan perlindungan hukum secara penuh, namun tidak memberikan detail lebih jauh lagi.
BACA JUGA: Putra Wartawan Malta yang Tewas Dibom: Ibu Dibunuh karena Membela Supremasi Hukum
Muscat mengatakan, pembunuhan Caruana Galizia telah memberikan reputasi buruk terhadap negaranya. Namun, Muscat menyatakan tidak akan mundur karena pembunuhan tersebut.
"Langkah ini tentunya tidak banyak berguna. Tapi, kami ingin menunjukkan kepada orang bahwa ini bukan kami. Ini bukan apa yang kita perjuangkan," ujarnya.
(Rahman Asmardika)