Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tingkat Nasional (Pusdiklatnas), Suyatno menegaskan bahwa LT-V merupakan komitmen Gerakan Pramuka mengawal generasi muda mulai dari bawah. Ini, katanya, menjadi bukti bahwa Gerakan Pramuka secara istiqamah membuat anti-body kepada anak-anak.
“Melawan peredaran narkoba tidak akan berhenti kecuali dengan imun. Kita ingin membuat imun atau anti-body generasi muda terhadap narkoba, dan lain-lain. Nah, LT-V adalah alat bukan tujuan, karena di LT-V menggunakan sistem kepramukaan,” terang professor yang sudah menulis 40-an buku mengenai kepramukaan ini.
Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka S. Budi Prayitno menandaskan, LT-V merupakan kegiatan yang sangat bergengsi, karena digelar lima tahun sekali dan hanya Pramuka Penggalang yang bisa mengikutinya. Mereka adalah Pramuka terpilih dari daerah setelah mengikuti proses panjang.
“LT-V Kwarnas Gerakan Pramuka 2017 diikuti 33 Kwartir Daerah se-Indonesia, yang masing-masing mengutus satu regu putra dan satu regu putri. Jumlah peserta sebanyak 528 orang,” pungkas Ketua Panitia LT-V itu.
(Mufrod)