Terjaring Razia Narkoba di Medan, Golkar Segera Panggil Ketua DPRD Palas

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis
Senin 23 Oktober 2017 19:15 WIB
HSM sa
Share :

MEDAN – Pengurus Daerah Partai Golkar Sumatera Utara merespon cepat kasus terjaringnya HSN, Ketua DPRD Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara, dalam razia narkoba yang digelar personel gabungan Polri dan BNN di tempat hiburan malam Delta, Jalan Juanda Medan, Minggu 22 Oktober 2017 kemarin.

Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut, Irham Buana Nasution mengatakan, pihaknya akan segera memanggil HSN yang merupakan kader mereka, untuk meminta penjelasan resmi dari yang bersangkutan.

“(Sejauh) ini kan baru (penjelasan) per telepon. Kita terkejut dengan berita itu makanya jalur tercepat adalah per telepon. Nah, kita akan undang beliau (Syahwil) dan Golkar Padang Lawas, untuk kita duduk bersama. Kemudian kita akan beri penjelasan ke media dalam 1 hingga 2 hari ini,” kata Irham, Senin (23/10/2017).

Menurut Irham, pihaknya belum dapat memberikan tindakan kepada Syahwil sampai ada proses hukum yang jelas.

“Kalau kita ikuti media, kan memang belum ada proses hukum. Kita lihat perkembangannya sembari mengundang beliau dan Golkar Padang Lawas,” sambungnya.

Irham yang juga mantan Ketua KPU Sumut ini juga memaparkan klarifikasi via telepon yang telah dilakukannya dengan Syahwil. Dia menyatakan keberadaan Ketua DPRD Palas itu di Medan dalam rangka kunjungan dinas. Alasannya, dia bersama Sekretaris dan staf DPRD Palas.

“Menurut informasi per telepon tadi, yang bersangkutan (Syahwil) memang menginap di Hotel Delta. Dan hotel itu kan satu kesatuan dengan tempat hiburan. Beliau ketika sampai di Medan menginap di hotel itu jam 10 malam (Sabtu, 21/10),” jelasnya.

Irham melanjutkan, Syahwil dan rekan-rekan mencari suasana berbeda di Hotel Delta. “Mereka datang ke ruang itu. Bukan di ruang karaoke tapi di lounge. Mereka duduk di situ kemudian terjadilah razia,” sambungnya.

Mengenai hasil tes urine, Irham menyatakan Syahwil membantah dirinya positif menggunakan narkoba. Dia bahkan mengaku sudah kembali ke Padang Sidimpuan. “Menurut keterangan beliau, ini masih menurut keterangan beliau ya, dia tidak ada mengonsumsi narkoba. Kalau positif tentu kan dilakukan proses hukum,” jelas Irham.

Menurut Irham, tidak tertutup kemungkinan peristiwa itu memang sengaja dikondisikan pihak-pihak yang ingin menjatuhkan Syahwil dan Partai Golkar. Alasannya, 2017 hingga 2019 adalah tahun politik sehingga banyak kepentingan yang bermain. “Semua dilakukan, tidak hanya menjatuhkan nama beliau tapi juga nama Partai Golkar yang cukup baik di Padang Lawas. Kita akan melihat lebih jauh, apakah ada pola yang ingin menjatuhkan beliau karena Palas kan mau Pilkada,” papar Irham.

Diberitakan sebelumnya, HSN bersama Sekretaris DPRD Palas, HPN dan seorang staf DPRD Palas, terjaring razia narkoba di Karaoke Delta, Jalan Juanda, Medan pada Minggu 22 Oktober 2017. Ketiganya menjadi bagian dari 80 orang yang terjaring dalam razia terhadap sejumlah tempat hiburan malam yang dilakukan petugas gabungan malam itu.

Usai terjaring razia, HSN, HPS dan 78 orang lainnya diboyong ke Kantor BNN Sumut untuk mengikuti assessment, guna kemudian diputuskan apakah akan dirawat inap atau rawat jalan atau di rehabilitasi.

(ydp)

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya