UEA memang menarik bagi turis Barat. Oleh karena itu, pihak UEA memiliki peraturan ketat dan menghindari perbuatan tidak senonoh dan homoseksualitas publik. Namun akibat hal itu, pemerintah dituding melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang serius. Kementerian Luar Negeri Inggris mendesak wisatawan untuk menghormati tradisi, adat, hukum, dan agama setempat setiap saat.
Setelah ditangkap, Harron kehilangan pekerjaannya dan diberi tahu bahwa dia menghadapi hukuman tiga tahun penjara. Dia juga telah dijatuhi hukuman penjara selama 30 hari di penjara karena gagal mendatangi pengadilan karena melakukan tindakan kasar dan minum alkohol pada waktu yang sama.
Suatu kelompok organisasi di Dubai mengatakan bahwa kedua keputusan tersebut akan diajukan banding, namun Harron kemudian dipanggil oleh polisi di Dubai dan diberi tahu bahwa kasusnya atas dirinya sudah ditutup dia dapat mendapatkan kembali paspornya.
Harron, dari Stirling, Skotlandia, mengatakan kepada wartawan bahwa dia tidak akan kembali ke negara tersebut. Dia juga mengatakan bahwa dia akan melakukan perjalanan ke seluruh negara lain jika ia kembali mendapatkan pekerjaan.