Terobosan Kang Dedi, Panggil Dokter hingga Bidan Bisa Lewat Online di Purwakarta

Mulyana, Jurnalis
Senin 06 November 2017 20:24 WIB
Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi (Foto: Okezone)
Share :

PURWAKARTA - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, punya komitmen besar untuk terus menyelesaikan persoalan di masyarakat. Terutama, di bidang pelayanan kesehatan. Karena, menurut Bupati Purwakarta, Jawa Barat ini, sudah menjadi kewajiban Negara untuk hadir dalam menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut.

‎Tahun ini pun, di akhir-akhir masa jabatannya sebagai bupati, pria nyentrik berperawakan kecil itu kembali menggulirkan terobosan guna memudahkan masyarakat dalam hal mendapat pelayanan kesehatan yang lebih memadai. Yakni, dengan menyediakan dokter, perawat dan bidan yang siaga 24 jam di setiap desa untuk melayani masyarakat.

Uniknya, program kesehatan yang diluncurkannya kali ini berbasis teknologi. Sistem pelayanan pemerintah berbasis teknologi ini merupakan pelengkap lain dari program aplikasi yang telah diluncurkan sejak setahun lalu‎. Jadi, petugas kesehatan ini bisa dipanggil secara online dan akan mendatangi rumah warga yang sakit.

(Baca Juga: Kang Dedi Siapkan Dokter On Call untuk Layani Warga Sakit)

Untuk layanan dokter, perawat dan ambulans online, mungkin saat ini sudah berjalan maksimal. Namun, untuk layanan bidan oncall masih dalam tahap penyempurnaan. Karena, masih ada beberapa sistem aplikasi yang harus dilengkapi.

Senin (6/11/2017) pagi, Kang Dedi mengumpulkan seluruh bidan desa yang ada di Aula Janaka, perkantoran Pemkab Purwakarta. Mereka sengaja dikumpulkan, untuk mendengarkn paparan terkait program yang digulirkannya itu. Mengingat, program ini dioperasikan secara online melalui sebuah aplikasi di smartphone. Kemudian, polanya jemput bola.. Jadi perlu ada sinergitas.

‎"Ke depan, ‎masyarakat yang membutuhkan bantuan bidan desa, tinggal mengaksesnya melalui sebuah aplikasi. Nantinya, handphone bidan terdekat akan berbunyi, sebagai tanda mereka (bidan) itu ada yang memanggil," ujar Dedi.

Dalam hal ini, bidan pun akan diberi tantangan oleh pemerintah setempat. ‎Jadi, bidan-bidan ini diminta lebih bis berperan aktif melayani masyarakat, meskipun tak ada panggilan. Nantinya, yang menjadi indikator kinerja mereka bagus, salah satunya dilihat jika di desa itu angka kematian ibu dan bayi sedikit, angka yang sakit sedikit, yang gizi buruk minim.

"Dan kami akan memberikan reward. Jadi, semakin sedikit jumlah yang sakit di wilayah mereka, semakin besar gaji mereka dari pemerintah," jelas dia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya