Selain itu, parpol seharusnya menjaga marwahnya dengan mengusung kadernya sendiri. Tapi, yang terjadi Golkar justru mengusung orang lain yang bukan kader.
Hal serupa dilakukan partai lain yang memilih mengusung non kader. Itu dinilai sebagai sebuah kegagalan bersama.
"Muncul di publik parpol itu tidak dihormati, kalah oleh figur. Ini kegagalan seluruh parpol kalau semua parpo ngagugu (menuruti) ke si individu. Kalau parpol sepakat mengangkat derajat partai politik, ya parpol usung kadernya dong," tegasnya.
Yan, perwakilan PK Malangbong (Garut), menyatakan dalam Rakerda beberapa waktu lalu di Karawang, hanya nama Dedi Mulyadi yang direkomendasikan menjadi cagub untuk disampaikan ke DPP.
"Yang dikritisi, waktu Rakerda itu yang diusulkan Dedi Mulyadi, tidak ada nama Ridwa Kamil. Tapi tiba-tiba (SK) yang turun Ridwan Kamil. Ini yang sangat kita pertanyakan, apa artinya? Sudah jelas mekanismenya waktu itu (ditempuh dengan benar)," tandas Yan. (feb)
(Amril Amarullah (Okezone))