OKEZONE STORY: Legenda Mengerikan Rose Hall dan Ratu Voodoo Annie Palmer

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 10 November 2017 08:02 WIB
Rose Hall sebelum diperbaiki. (Foto: The Vintage News)
Share :

Dia memperlakukan budak-budaknya dengan kejam, bahkan tak segan membunuh mereka bila tidak puas. Menurut cerita, para budak yang dibunuh dikuburkan dalam makam-makam tak bernisan di sekitar Rose Hall bersama dengan suami-suami Annie. Kekejamannya itu membuat orang-orang memanggil Annie dengan julukan “Penyihir Putih dari Rose Hall”.

Kisah yang dikenal luas menyebutkan nasib Annie berakhir di tangan seorang budak bernama Takoo yang juga merupakan seorang penganut ilmu hitam. Dia diduga telah menjatuhkan kutukan kepada cucu perempuan Takoo demi memenangkan cinta seorang pria bernama Robert Rutherford.

Annie menyukai Rutherford, tetapi pria Inggris itu ternyata jatuh cinta pada cucu Takoo sehingga Annie mengutuk perempuan itu dengan “Old Hige” sebuah kutukan yang membuat korbannya perlahan-lahan melemah dan akhirnya mati. Setelah cucunya tewas, Takoo mengumpulkan sekelompok budak dan mencekik Annie, majikannya hingga tewas.

Para budak kemudian mengubur Annie dan semua harta miliknya karena khawatir rohnya mungkin masih tersisa dan bersemayam di dalamnya. Mereka juga melakukan ritual voodoo selama pemakaman untuk mencegah hantu Annie mengunjungi dunia orang hidup.

Namun, menurut cerita, upacara tersebut tidak berakhir dengan sukses, dan roh Annie masih menghantui Rose Hall sampai hari ini.

Ada penampakan sosok dengan beludru hijau yang menunggang kuda hitam melintasi pekebunan. Selain itu disebutkan juga ada suara jeritan dan suara seseorang yang berlari di rumah besar tersebut.

Meski kisah mengenai Annie tampaknya akurat dan bisa dipercaya, sebuah penelitian terkait legenda sang penyihir putih yang dilakukan pada 2007 mengungkap bahwa kisah itu hanyalah karangan berdasarkan novel karya Herbert G. de Lisser yang berjudul sama, Penyihir Putih dari Rose Hall.

Annie Palmer yang diceritakan dalam kisah tersebut diduga adalah Rosa Palmer, pemilik asli dari Rose Hall yang memang memiliki empat orang suami. Namun, Rosa bukanlah seorang penyihir ataupun praktisi voodoo sebagaimana diceritakan dalam legenda tersebut.

Saat ini Rose Hall masih berdiri di Montego Bay, Jamaika dan menjadi atraksi bagi turis yang ingin mendengar mengenai kisah mengenai Annie Palmer sang ratu voodoo.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya