Tragis! 2 Ekor Gajah Tewas Tersambar KA Saat Mencari Makan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Minggu 19 November 2017 22:02 WIB
Jasad dua ekor gajah itu dibiarkan tergeletak di samping rel sebelum dimakamkan (Foto: Anupam Nath/Associated Press)
Share :

GAUHATI – Dua ekor gajah tewas tertabrak satu rangkaian kereta api (KA) yang melaju di Gauhati, India, pada dini hari waktu setempat. Jasad kedua hewan malang itu masih tergeletak di samping rel kereta api sehingga warga mengadakan upacara penghormatan bagi korban.

Pengawas margasatwa setempat, Prodipta Baruah menerangkan, kedua ekor gajah itu terpisah dari kelompoknya yang terdiri dari 15 ekor. Gajah-gajah itu berkeliaran di sekitar area tersebut pada dini hari waktu setempat untuk mencari makanan.

Mengutip dari Associated Press, Minggu (19/11/2017), Baruah mengatakan bahwa beberapa ekor gajah berhasil menyeberangi rel kereta api. Nahasnya, ketika dua ekor gajah itu menyeberang, satu rangkaian kereta api melaju dengan kencang.

BACA JUGA: Bayi Gajah di India Terjerembab di Jalur Kereta Api

Sejumlah relawan dari otoritas margasatwa setempat dan dokter hewan sempat mengotopsi jasad kedua ekor gajah tersebut. Usai otopsi, jasad kedua ekor gajah itu dimakamkan di liang lahat.

Gauhati yang berada di Negara Bagian Assam, diketahui menjadi habitat dari ribuan ekor gajah Asia liar. Spesies gajah tersebut sering ditemui di seluruh Asia, akan tetapi sudah dikategorikan terancam punah karena habitatnya semakin mengecil.

BACA JUGA: HISTORIPEDIA: Seekor Sapi Sebabkan 600 Penumpang KA Tewas

Kecelakaan yang melibatkan hewan dan kereta api juga pernah terjadi di India 36 tahun lalu, tepatnya 6 Juni 1981. Seekor sapi yang dianggap sebagai hewan suci di India, berkeliaran di rel kereta api. Masinis yang melihat hewan tersebut terpaksa melakukan pengereman mendadak.

Tentu saja mengerem kereta api dengan cara mendadak sangat berbahaya. Akibatnya, kereta tergelincir dan anjlok dari rel. Sedikitnya 600 orang penumpang tewas akibat insiden yang terjadi di tengah guyuran hujan lebat tersebut.

(Wikanto Arungbudoyo)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya