JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, pihaknya dibantu TNI masih terus memburu kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang sempat “menyandera” warga dan melakukan serangkaian penembakan di area PT Freeport, Distrik Tembagapura, Timika, Papua.
“Pengejaran masih terus kami dilakukan," kata Tito kepada wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (20/11/2017).
Sebagaimana diketahui pada Jumat pekan lalu, tim terpadu TNI-Polri berhasil menguasai Kampung Banti 1, Banti 2 dan Kimbeli, Tembagapura untuk membebaskan ratusan warga yang dilokalisasi KKB. Warga “disandera” umumnya pendulang emas yang berasal dari berbagai daerah termasuk warga lokal.
"Saya ingin ratusan warga yang dibebaskan dari penyandraan KKB oleh TNI-Polri kemarin, jangan kembali lagi ke daerah penyandraan tersebut. Karena mereka itu pendulang emas liar (Freeport). Jadi ini momentum membersihkan pendulang liar di situ," ujar Tito.
Menurutnya para pendulang emas liar tersebut berpotensi menimbulkan masalah baru.
"Saya melihat, mereka bisa menimbulkan masalah banyak, seperti, masalah sosial, masalah prostitusi dan masalah HIV. Maka itu saya akan bekerjasama dengan institusi terkait untuk pemulangan mereka," tuturnya.
Sebagaimana diketahui, pada Jumat 15 November pagi, 13 prajurit Kopassus melakukan operasi senyap dibantu prajurit dari Ton Taipur Kostrad dan Raider Yonif 751. Mereka berhasil menguasai Kampung Banti 1, Banti 2 dan Kimbeli yang sebelumnya dikuasai kelompok OPM dengan menyandera ribuan warga sipil di wilayah itu.
Setelah lokasi berhasil dikuasai dan memukul mundur kelompok tersebut, tim evakuasi yang dipimpin Kapolda Papua, Pangdam XVII/Cenderawasih dan Asops Kapolri masuk ke perkampungan melakukan proses evakuasi terhadap warga menuju Tembagapura, selanjutnya dievakuasi turun ke Kota Timika.
(Salman Mardira)