Dulu istri yang berhasil membangun “kerajaan property” di Surabaya dan Sidoarjo, dipukulin suami karena sisa 1/3 botol kecil air miniral ketinggalan oleh istri di restoran. Istri dipukuli, diturunkan dari mobil di tengah jalan, disuruh jalan kaki balik ke restoran.
“Harus mengais sampah restoran untuk mencari 1/3 botol kecil air mineral dari tong sampah.
Ironisnya kejadian memalukan tersebut terjadi dekat dengan gedung empire Surabaya yang bernilai kurang lebih 2 triliun, yang dibangun oleh hasil kerja keras istri,” ungkapnya.
Sekarang hukum karma berlaku. Istri divonis bebas oleh PN Surabaya (dibela hotman). Suami menjadi tersangka, kabur digeledah di rumah dan DPO. Dirinya mengacungkan jempol untuk Kapolda Jatim (Irjen Pol Machfud Arifin) dan jajaran Diskrimum Polda Jatim.
“Banyak ‘markus nasional’ dan oknum purnawirawan polisi yang sepertt mengemis minta agar suami chinchin tdk ditahan. Para markus nasional dan oknum purnawirana tersebut bukan karena ‘cinta sama suami’, akan tetapi ‘cinta uang sang suami’,” tandas Hotman.
(Salman Mardira)